Moneter.co.id – Setelah
memperhatikan berbagai rekomendasi, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan harga referensi produk crude palm oil (CPO) untuk penetapan Bea Keluar (BK) periode Mei
2017 sebesar USD 732.01/MT, pada hari Kamis (27/4). Harga tersebut turun
sebesar USD 30,87 atau 4,05% dari periode bulan April 2017 yaitu USD 762,88/MT.
“Saat ini, harga referensi CPO kembali turun, dan
berada pada level di bawah USD 750. Untuk itu, pemerintah mengenakan BK sebesar
USD 0/MT untuk periode April 2017,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke
Nurwan diketerangan resmi yang Moneter.co.id terima, Jumat (28/4)
Penetapan
ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24/M-DAG/PER/4/2017
tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas Produk Pertanian dan
Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar.
BK CPO untuk
Mei 2017 tercantum pada Kolom 1 Lampiran II Huruf C Peraturan Menteri Keuangan
No.13/PMK.010/2017 sebesar USD 0/MT, turun dari BK CPO pada periode April 2017
sebesar USD 3/MT.
Sementara itu,
harga referensi biji kakao pada Mei 2017 mengalami penguatan sebesar USD 83,36
atau 4,23% atau dari USD 1.971,07/MT menjadi USD 2.054,43/MT. Hal ini berdampak
pada penetapan HPE biji kakao yang juga mengalami penguatan USD 81 atau 4,77%
dari USD 1.697/MT pada periode bulan sebelumnya menjadi USD 1.778/MT pada Mei
2017.
Penguatan
harga referensi dan HPE biji kakao disebabkan meningkatnya harga internasional.
Penguatan ini menyebabkan BK biji kakao naik dari 0% menjadi 5%. Hal tersebut
tercantum pada kolom 2 Lampiran II Huruf B Peraturan Menteri Keuangan
No.13/PMK.010/2017.
Untuk
HPE dan BK komoditas produk kayu dan produk kulit tidak ada perubahan dari
periode bulan sebelumnya.
Rep.Top




