Selasa, Maret 3, 2026

High Level Discussion: Indonesia Pusat Ekonomi Islam Dunia

Must Read

Moneter.id – Badan Perencanaan Pembangunan Nasiona (Bappenas), Komite Nasional Keuangan
Syariah, Ikatan Ahli Ekonomi Islam, dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia menggelar
acara High Level Discussion: Indonesia Pusat Ekonomi Islam Dunia yang
berlangsung di Ruang Rapat Djunaedi Hadisumarto di Kantor Bappenas, Rabu
(25/7).

Acara tersebut
dihadari oleh Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, Menko Perekonomian Darmin
Nasution, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, Kepala Bekraf, Triawan Munaf,
Ketua Majelis Ulama Indonesia, KH. Ma’ruf Amin, Ketua Komisioner Baznas,
Bambang Sudibyo, dan Ahli Ekonomi Prof. Emil Salim.

Selain itu, turut
dihadiri sebanyak 500 undangan yang merupakan perwakilan industri halal dan
perbankan syariah di Indonesia seperti, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Deputi
BPIK, Rizky Handayani, dan Asdep Wisata Budaya, Oneng S. Harini dan ketua tim
percepatan wisata halal Riyanto Sofyan sebagai Honorable Guest acara.

Kepala
Bappenas menyampaikan tujuan dilaksanakannya acara ini adalah agar bagaimana
caranya halal industri bisa berkembang lebih pesat di Indonesia, agar menjadi one of the best dan of the biggest in the world, Presiden menyampaikan Quick Win untuk mengatasi defisit neraca
dagang adalah melalui sektor Pariwisata, yang saya yakin Halal Tourism memiliki
peran penting di dalamnya.

“Perlu ada
sinergi antara penyediaan barang dan jasa halal, e-commerce dan supply chain
global
, termasuk di dalamnya pariwisata halal,” kata Menko Perekonomian
Darmin Nasution dalam keynote speech-nya.

Menpar Arief
Yahya dalam presentasinya menyampaikan performansi Pariwisata, terutama
Achievement Pariwisata Halal yang memenangkan berbagai penghargaan di tingkat
internasional.

Dengan contoh
kemenangan tersebut, Arief Yahya menitikberatkan kembali bagaimana pengembangan
Pariwisata Halal Indonesia harus sesuai dengan benchmark Global yang berlaku.

Data
statistik membuktikan bagaimana kunjungan Wisman Muslim ke Indonesia masih
kalah dari kunjungan wisman muslim ke negara yang mayoritas non-muslim. Di
antaranya adalah Thailand dan Singapura.

Ini
membuktikan bagaimana referensi wisman memilih destinasi tujuan wisata tidak
berdasarkan kesamaan agama di destinasi tersebut. Oleh karena itu, Halal
Tourism bertujuan meningkatkan Service
Quality
dengan mengedepankan aspek Muslim
Friendly
.

Di Indonesia,
peningkatan Service Quality yang Muslim Friendly didorong dengan adanya
Indonesia Muslim Travel Index (IMTI).
IMTI diselenggarakan untuk memunculkan competitiveness
di seluruh provinsi di Indonesia sekaligus sebagai referensi untuk
meningkatkan indeks daya saing halal tourism Indonesia di panggung internasional.

Sementara, Ketua
MUI, KH. Ma’ruf Amin menekankan pentingnya Pelayanan Prima dalam pengembangan
Ekonomi Islam pada umumnya, termasuk wisata halal di dalamnya. MUI sendiri siap
membantu memperbesar pangsa melalui fatwa untuk menggerakkan umat.

Gubernur BI,
Perry Warjiyo menyampaikan Halal Tourism perlu kita kembangkan agar menjadi
sumber devisa kita, kita harus mengembangkan
competitiveness
kita.

“BI sendiri
sudah mengumpulkan berbagai program dari berbagai Kementerian untuk
mengintegrasikan program, termasuk di antaranya dengan Kementerian Pariwisata
untuk mengembangkan Halal Tourism,” pungkas Perry.

 

 

(HAP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pertamina Buka Program Mudik Gratis 2026, Ini Jadwal Pendaftarannya

PT Pertamina (Persero) kembali menghadirkan program Mudik Bareng Pertamina 2026 sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran mobilitas...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img