Moneter.id – Berkembangnya era digital di dunia mendorong para
pelaku industri menuju revolusi industri 4.0. Pengolahan dan pemanfaatan data
yang masif atau yang kerap dikenal dengan istilah Big Data menjadi
faktor penting bagi hampir semua pelaku industri untuk dapat terus bersaing di
pasar. Tidak sedikit pula orang yang membicarakan data science,
sebagai ilmu yang bergengsi di era Big Data ini.
“Kami menyadari kehadiran revolusi industri 4.0
semakin terlihat nyata. Ini bisa dikatakan transformasi digital. Dan itu sudah
kami lakukan sejak tahun 2016 lalu,” kata Chief External Affairs PT Home
Credit Indonesia, Andy Nahil Gultom di Bandung, Jawa Barat.
Kamis (2/04/2019).
Andy menjelaskan, salah satu bentuk transformasi
digital yang kami lakukan adalah dengan diluncurkannya aplikasi mobile My
Home Credit yang mempermudah pelanggan mengakses layanan kami. “Home Credit
juga telah berhasil mempercepat waktu proses persetujuan dari 30 menit menjadi
sekitar 3 menit,” paparnya.
Selain itu, lanjut Andy, kami juga telah memanfaatkan
penggunaan Big Data guna meningkatkan kualitas pelayanan serta
memudahkan kami dalam membuat keputusan.
“Keberhasilan dan perkembangan bisnis Home Credit di
Indonesia tentunya didukung oleh talenta berbakat, solid dan tidak berhenti
berinovasi yang sejalan dengan nilai-nilai perusahaan,” bebernya.
Terkait hal itu, tambah Andy, Home Credit hadir
di Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mencari talenta muda Tanah Air
khususnya di bidang data science lewat sebuah program Data
Science Academy.
Program Data Science Academy merupakan
wujud komitmen Home Credit dalam mengembangkan sumber daya manusia di
Indonesia. ProgramData Science Academy akan lebih difokuskan kepada
talenta dengan latar belakang Matematika, Statistik, IT dan Teknik Komputer
untuk nantinya ditempatkan di departemen Risk dengan masa program 10 bulan, dan
bertujuan menciptakan Data Scientists dari putra-putri bangsa
yang kompetitif di kancah internasional.
“Mereka akan mulai bergabung bersama Home Credit pada
bulan Agustus 2019,” kata Andy.
Secara umum data science merupakan
penggalian atau dapat disebut mengekstrak data agar dapat difilter serta
didapatkan data yang benar untuk menghasilkan produk data yang
sebenar-benarnya.
Data science sendiri merupakan gabungan dari inferensi data,
pengembangan algoritmik, dan teknologi untuk memecahkan masalah analitik yang
kompleks.
Dalam Program Data Science Academy,
kandidat akan melewati beberapa tahapan untuk dapat bergabung dengan Home
Credit Indonesia dan hanya 20 kandidat terpilih yang akan bergabung ke Data
Science Academy.
Kandindat terpilih akan ditantang menanangi
serangkaian proyek menarik, namun juga akan dibimbing oleh para ahli data
science. Mereka juga akan mendapatkan program pelatihan kompetensi di
kantor pusat Home Credit di Praha, Republik Ceko. “Selama program mereka akan
diberikan pelatihan mengenaiMachine Learning dan Python,”
kata Andy.
Syarat utama untuk berpartisipasi dalam Data
Science Academy adalah harus menyukai angka dan memiliki pengetahuan
dasar tentang SQL. Selain di ITB, Home Credit juga berkunjung ke beberapa
universitas lainnya seperti Universitas Binus dan Institut Pertanian Bogor.
Home Credit senantiasa menciptakan lapangan pekerjaan
bagi masyarakat guna membantu pemerintah mengatasi tingkat pengangguran di
Indonesia. Saat ini Home Credit telah mempekerjakan lebih dari 11.200 orang dan
kehadiran Home Credit sudah ada di 141 kota di seluruh Indonesia.
Sebagai perusahaan berbasis teknologi, Home Credit
menyediakan layanan pembiayaan yang lancar, dapat diandalkan, aman dan
bertanggungjawab. Pelanggan dapat menikmati layanan pembiayaan Home Credit
untuk barang-barang tahan laman seperti smartphone, barang
elektronik, TV, laptop, perabot rumah tangga, fashionhingga
aksesoris mobil, yang diperoleh secara online dan offline.
Home Credit juga menyediakan pembiayaan multiguna bagi
pelanggan setia untuk membiayai beragam hal seperti biaya sekolah, pernikahan,
renovasi rumah, pengisian rumah, perjalanan, biaya kesehatan, dan masih banyak
lagi.




