Moneter.co.id – Kinerja keuangan emiten farmasi PT Indofarma (Persero) Tbk di paruh pertama tahun ini mencatatkan raport merah. Perseroan membukukan peningkatan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sekitar 92,13% atau menjadi Rp53,539 miliar, dari periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp27,865 miliar.
Berdasarkan siaran persnya di Jakarta, beberapa hari lalu mengungkapkan, bengkaknya kerugian yang diderita karena disebabkan membesarnya kerugian lain-lain lebih dari empat kali lipat atau menjadi Rp14,779 miliar per Juni tahun ini, dari kurun waktu serupa tahun lalu hanya Rp3,070 miliar.
Selain itu, beban penjualannya pun meningkat tipis dalam enam bulan pertama tahun ini dari Rp89,121 miliar per Juni 2016 menjadi Rp91,392 miliar.
Beban keuangan juga membengkak sekitar 25,93% atau menjadi Rp28,704 miliar dalam enam bulan pertama tahun ini, dari Rp22,793 miliar posisi yang sama tahun sebelumnya.
Kendati demikian, penjualan bersih Indofarma meningkat 2,1% atau menjadi Rp481,221 miliar per Juni tahun ini, dari Rp471,319 miliar pada waktu serupa tahun lalu.
Adapun total aset perseroan mencapai Rp1,460 triliun per Juni 2017 atau lebih besar dari posisi 2016 yang tercatat Rp1,381 triliun. (Hap).




