Moneter.id – Berdasarkan laporan International Debt
Statistics (IDS) 2021 atau Statistik Utang Internasional yang dikeluarkan Bank
Dunia atau World Bank, Indonesia berada pada posisi ke 7 negara berpendapatan
kecil-menengah dengan utang
luar negeri terbesar di dunia.
Posisi pertama di
tempati China, lalu ke-2 Brasil, dan ke-3 India, ke-4 Rusia, posisi ke-5 adalah
Meksiko, ke-6 Turki, ke-8 Argentina, ke-9 Afrika Selatan, dan terakhir
Thailand.
Rinciannya, posisi utang luar
negeri Indonesia pada tahun 2019 mencapai USD 402,08 miliar atau sekitar
Rp5.940 triliun (kurs Rp 14.775).
Angka tersebut naik tipis
(5,9%) dari posisi utang luar negeri di tahun 2018 yakni USD379,58 miliar atau
sekitar Rp5.608 triliun dengan nominal nilai tukar rupiah terhadap dolar
Amerika Serikat (AS) yang sama.
Sementara itu, rasio utang
luar negeri Indonesia tahun 2019 terhadap ekspor ialah 194%. Sementara, rasio utang
terhadap gross national income (GNI) atau pendapatan nasional bruto sebesar
37%.
Rasio utang luar negeri
Indonesia terhadap pendapatan nasional bruto dari tahun ke tahun memang berada
di sekitaran level tersebut, yakni 2009 34%, 2015 37%, 2016 35%, 2017 36%, dan
2018 37%.
Dari total itu, utang luar negeri Indonesia tahun 2019 lebih didominasi oleh
utang jangka panjang yakni mencapai USD354,54 miliar atau sekitar Rp5.238
triliun.
Sementara, utang luar negeri
jangka pendek hanya sebesar USD44,79 miliar atau sekitar Rp661 triliun.




