Selasa, Maret 3, 2026

Indonesia – Belanda Kolaborasi Genjot Daya Saing Industri dan Ekspor

Must Read

Moneter.id – Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Belanda sepakat
untuk terus berkolaborasi dalam upaya peningkatan daya saing industri nasional
dan perluasan pasar ekspor produk lokal ke kawasan Eropa.

Kerja sama ini telah dituangkan melalui penandatananan
Nota Kesepahaman
(MoU) antara
Kementerian Perindustrian RI dengan
the Center for the
Promotion of Imports from Developing Countries
(CBI), yang
merupakan badan d
i bawah
Kementerian Luar Negeri Belanda
.

MoU tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Direktorat
Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII)
Kemenperin Restu Yuni Widayati bersama Wakil Duta Besar
Kerajaan Belanda untuk
Indonesia, Ferdinand Lahnstein yang mewakili pihak CBI Belanda. Kegiatan ini
dilaksanakan pada 17 Mei 2019 di Kemenperin, Jakarta.

“Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama
periode sebelumnya, antara
CBI Belanda dengan Ditjen KPAII Kemenperin tentang MoU on Industrial Technical Cooperation
berikut
juga Technical
Arrangement
untuk Engineering
Sector
dan Food Ingredients Sector
yang ditandatangani pada April 2013 dan telah berakhir pada April 2018
,”
kata
Sekretaris Ditjen KPAII Kemenperin Restu Yuni Widayati di Jakarta, Rabu (22/5).

Menurut Restu, MoU ini
akan berlaku selama lima tahun (2019 – 2023) dan
fokus pada
kelompok produk seaweed extracts, essential oils, dan plant extracts yang
akan menyasar pasar
kosmetik
dan makanan (suplemen) di Eropa. “Jadi, kali ini terkait peningkatan daya saing ekspor produk industri di
sektor natural ingredients,”
jelasnya.

Produk
natural ingredients Indonesia
memiliki potensi besar untuk memanfaatkan pasar Eropa
, mengingat Indonesia
memiliki kapasitas produksi yang tidak dapat diabaikan. Namun di sisi lain,
daya saing
masih menjadi
tantangan bagi produsen natural
ingredients
Indonesia untuk memasuki pasar Eropa
.

Tantangan
daya saing ekspor inilah yang coba dijawab melalui inisiasi kerja
sama antara Kemenperin dengan beberapa lembaga mitra
internasional seperti CBI Belanda
,” tutur Restu.

Natural ingredients digunakan secara luas
di berbagai produk makanan (suplemen) dan produk kosmetik
. Salah satu pasar utama
di dunia untuk produk makanan dan produk kosmetik adalah Eropa.

Kawasan
Eropa,
secara tradisional, telah bertumbuh sebagai pasar potensial bagi produsen natural ingredients
dengan tingginya tingkat
permintaan
untuk berbagai variasi produk yang dibuat dari bahan tersebut,” ungkap
Lahnstein.

Plt. Direktur Jenderal KPAII Kemenperin Ngakan Timur
Antara menyatakan,
Belanda
merupakan mitra penting Indonesia untuk kerja sama ekonomi di
kawasan Eropa. Untuk itu,
keduanya terus berupaya
meningkatkan
kemitraan dan kerja sama ekonomi
yang komprehensif.

“Ke
depannya, untuk mendorong penetrasi produk natural
ingredients
, utamanya ke pasar Eropa, kolaborasi dengan mitra internasional
seperti ini akan terus diperkuat. Kemenperin juga akan
mengembangkan program-program pendampingan sebagai dukungan pemerintah bagi
pelaku industr
i,” paparnya.

Indonesia
sebagai ekonomi terbesar ke-16 di dunia merupakan salah satu mitra ekonomi
utama bagi Belanda.
Nilai perdagangan kedua negara mencapai USD5,1 miliar
pada tahun 2018 dengan surplus di sisi Indonesia sebesar USD2,6 miliar.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pertamina Buka Program Mudik Gratis 2026, Ini Jadwal Pendaftarannya

PT Pertamina (Persero) kembali menghadirkan program Mudik Bareng Pertamina 2026 sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran mobilitas...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img