Rabu, Januari 28, 2026

Indonesia-Tunisia Preferential Trade Agreement Putaran Ke-2: Dorong Penurunan Tarif Perdagangan Bilateral

Must Read

Moneter.id – Perundingan putaran kedua Indonesia-Tunisia Preferential
Trade Agreement (IT-PTA) yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (25/9)
kembali pembahasan penurunan tarif dalam mendorong perdagangan bilateral. Pertemuan
ini merupakan kelanjutan dari perundingan putaran pertama yang telah
dilaksanakan di Tunis, Tunisia pada 25-26 Juni 2018 silam.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Perundingan
Bilateral selaku Ketua Tim Perunding ITPTA, Ni Made Ayu Marthini. Sedangkan
delegasi Tunisia dipimpin oleh Director of Cooperation with Arab and Asian
Countries, Ministry of Commerce Chedli May.

Pada pertemuan ini, Indonesia dan Tunisia berhasil
menyepakati seluruh pasal draft text PTA. Selanjutnya kedua pihak fokus pada
pembahasan akses pasar (request list
dan draft text Rules of Origin).

“Pada putaran perundingan yang kedua ini, Indonesia dan
Tunisia berhasil menyepakati dan memfinalisasi draft text PTA. Delegasi kedua negara menunjukkan semangat yang
sama untuk menyelesaikan perundingan karena akan mendorong pelaku usaha kedua
negara meningkatkan perdagangan,” jelas Made.

Selain draft text
PTA, delegasi Indonesia dan Tunisia juga membahas draft Rules of Origin atau ketentuan asal barang. Selanjutnya,
kedua delegasi akan melakukan pertukaran data tarif serta daftar produk-produk
unggulan yang akan diusulkan untuk penurunan tarif (request list). Diharapkan perundingan PTA dapat diselesaikan pada
akhir tahun 2018.

“Setelah perundingan putaran ke-2 ini, kedua pihak akan
terus berkomunikasi dan melakukan pertukaran data perdagangan, data tarif,
serta draft ROO sebelum perundingan putaran ke-3. Hal ini diperlukan agar
perundingan PTA dapat diselesaikan pada putaran ke-3 yang akan dilaksanakan
pada bulan November/Desember 2018 nanti,” terang Made.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto
Lukita memimpin kunjungan misi dagang ke Tunisia sekaligus meluncurkan secara
resmi dimulainya perundingan Indonesia-Tunisia PTA pada 25 Juni 2018 lalu.

Hal ini dikarenakan Tunisia merupakan salah satu pasar
nontradisional potensial di kawasan Afrika bagian utara. Dari hasil kunjungan
tersebut terbuka peluang ekspor produk-produk unggulan Indonesia ke Tunisia
seperti tuna, rempah-rempah, kopi, aksesori kamar mandi, dekorasi rumah, dan
perhiasan.

Total perdagangan kedua negara pada tahun 2017 sebesar
USD 88 Juta. Nilai tersebut terdiri dari ekspor Indonesia sebesar USD 55 Juta
dan impor sebesar USD 32,7 juta, sehingga Indonesia surplus sebesar USD 22,4
Juta. Komoditas ekspor Indonesia ke Tunisia pada tahun 2017 adalah minyak
kelapa, biji palem, benang, oxygen-function amino-compounds, dan benang filamen
sintetik.

Sementara itu, impor utama Indonesia dari Tunisia pada
tahun 2017 adalah kurma, fosfonat, peralatan listrik, kawat berisolasi dan
kabel, serta aluminium tanpa tempa.

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

YKK AP Indonesia Hadirkan Jendela Alumunium ber-SNI Lewat Pembukaan Showroom di Medan

YKK AP Indonesia terus menghadirkan produk bahan bangunan unggulan yang ber-Standar Nasional Indonesia (SNI). Sebagai produsen bahan bangunan nasional...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img