Moneter.id – PT
Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI) membukukan pendapatan senilai
US$246,16 juta di semester I/2019. Capaian ini meningkat 10,27% dibandingkan
dengan periode yang sama tahun sebelumnya US$223,31 juta.
“Sementara,
laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk
turun 64,46% menjadi US$7,15 juta dari tahun sebelumnya senilai US$20,12 juta,”
tulis perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, Senin (12/8).
Sekretaris
Perusahaan Garuda Maintenance Facility, Fidiarta Andika mengatakan, industri
penerbangan yang masih menghadapi tantangan mempengaruhi collectability customer kepada perseroan yang mengakibatkan adanya
biaya keuangan yang harus ditanggung oleh perseroan.
“Biaya
keuangan tersebut akan passing trough ke
customer,” paparnya.
Perseroan,
lanjutnya, juga melakukan narrowing customer sebagai upaya lainnya
untuk menjaga collectability customer.
“Pada
semester II/2019, perseroan terus berupaya meningkatkan inhouse capability untuk menurunkan biaya sub-kontraktor,” tambah Fidiarta.
Dengan
demikian perseroan berharap dalam kurun waktu satu hingga 2 tahun ke depan
profitabilitas dari segmen perbaikan mesin akan terus tumbuh.
Sementara
itu, usaha perseroan untuk meningkatkan pendapatan dan laba adalah dengan
melakukan diversifikasi bisnis melalui pembentukan anak perusahaan.
Saat ini
anak perusahaan yang sudah berjalan dan memberikan kontribusi terhadap kinerja
perseroan pada laporan keuangan semester I/2019 adalah Garuda Energi Logistik
dan Komersial dan Garuda Daya Pratama Sejahtera.
“Perseroan
juga akan terus melakukan upaya perbaikan-perbaikan dengan cara memperbaiki
bisnis proses penagihan sehingga dapat me-manage arus kas dan akun. Kami
optimistis saat ini di tengah membaiknya kondisi maskapai domestik,”
pungkasnya.




