Moneter.id – PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK)
membukukan laba bersih hingga 503% menjadi Rp 2,2 triliun sepanjang 2018. Pencapaian
ini ditopang dari penjualan proyek kota terencana,
Meikarta di Cikarang, Jawa Barat.
Presiden Direktur Lippo
Cikarang, Simon Subiyanto, menyatakan bahwa capaian laba tersebut terjadi
karena ada kontribusi dari dekonsolidasi PT Mahkota Sentosa Utama sebesar Rp
2,4 triliun. Dekonsolidasi yang dilakukan dengan melego lahan proyek Meikarta
itu mengambil bagian hingga 37% terhadap pendapatan usaha Lippo Cikarang.
“Total pendapatan sebesar Rp
2,2 triliun meningkat sebesar 47% dari periode yang sama tahun 2017. Sedangkan
laba kotor senilai Rp 1,3 triliun naik 98 %,” ucapnya.
Ia menjelaskan, pendapatan
rumah hunian dan apartemen memberi kontribusi sebesar 42% atau setara dengan Rp
935 miliar, menurun 17% dari tahun sebelumnya. “Dengan besaran kontribusi yang
sama, pendapatan dari industri dan komersial di tahun 2018 tercatat sebesar Rp
934 miliar,” ujar Simon.
Sementara pada hasil tahun lalu, lanjut Simon, melebihi
harapan perseroan, meski pasar properti di Tanah Air melemah selama periode
tersebut. “Kita optimis Lippo Cikarang memiliki proyek yang berkesinambungan
untuk pertumbuhan di masa depan,” tegasnya.
Perusahaan yang tergabung
dalam grup Lippo ini mempunyai total aset sebesar Rp 8,6 triliun di tahun 2018.
Jumlah tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang
mencapai Rp 12,5 triliun.




