Sabtu, April 18, 2026

Kasus ISPA Tembus 2,5 Juta, Edukasi Kesehatan Jadi Kunci Hadapi Musim Pancaroba

Must Read

Perubahan cuaca ekstrem di musim pancaroba kembali memicu lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di ibu kota. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 2,5 juta kasus ISPA sepanjang Januari hingga November 2025. Tingginya angka ini dipengaruhi berbagai faktor risiko, terutama perubahan cuaca yang tidak menentu.

Kondisi tersebut mendorong perlunya peningkatan kewaspadaan masyarakat. Edukasi dinilai menjadi langkah penting agar masyarakat mampu mengenali gejala lebih dini dan mengambil tindakan yang tepat sebelum kondisi memburuk.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Combiphar melalui program Combi Hope menggelar edukasi kesehatan bertajuk “Waspada ISPA di Musim Pancaroba: Jaga Kesehatan Pernapasan Keluarga” di Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan 55 tahun Combiphar dengan tema “Sehatkan Kini, Menangkan Esok”.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, sekaligus penyuluhan kepada ratusan kader PKK, Posyandu, dan Dasa Wisma. Para kader ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam menyebarkan pemahaman tentang jenis batuk dan penanganannya di lingkungan masing-masing.

Direktur Combiphar, Weitarsa Hendarto, menegaskan bahwa edukasi kesehatan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung masyarakat.

“Selama 55 tahun, Combiphar telah menghadirkan solusi kesehatan yang tepercaya bagi keluarga Indonesia. Sejalan dengan semangat ‘Sehatkan Kini, Menangkan Esok’, kami tidak hanya menyediakan produk, tetapi juga melakukan tindakan nyata bagi masyarakat. Kegiatan edukasi ini adalah langkah konkret Combiphar untuk memperkuat pertahanan kesehatan keluarga dari lini terdepan,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan. Kepala Suku Dinas Kesehatan, Debi Intan Suri, menyebut kegiatan ini penting di tengah tingginya tren ISPA.

“Mengingat tren kasus ISPA yang tinggi, kegiatan ini sangat krusial untuk membekali para kader PKK, Posyandu, dan Dasa Wisma dengan informasi yang akurat mengenai ISPA, gejalanya, dan bahaya yang mungkin timbul,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa pencegahan harus dimulai dari individu sebelum meluas ke keluarga dan lingkungan. “Kami berharap para kader dapat terus menyebarkan pengetahuan ini kepada keluarga dan komunitas di sekitar mereka,” tambahnya.

Senada, Wakil Camat Pancoran, Rudy Cahyadi, mengungkapkan bahwa kasus ISPA di wilayahnya sempat meningkat pada awal tahun 2026.

“Data Puskesmas menunjukkan kunjungan pasien ISPA di Pancoran meningkat sejak awal 2026, mencapai puncaknya (lebih dari 1.000 kunjungan) pada Februari, meskipun tren kini melandai hingga April. Ini menjadi pengingat bahwa ISPA masih tantangan kesehatan yang memerlukan upaya pengendalian berkelanjutan,” tuturnya.

Dari sisi medis, dr. Clavelina Astriani menjelaskan bahwa musim pancaroba memang meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

“Pada masa pancaroba, perubahan pola cuaca seperti suhu dan kelembaban dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan. Kondisi ini dapat memengaruhi penyebaran virus serta respons tubuh terhadap infeksi,” jelasnya.

Ia menambahkan, infeksi saluran pernapasan dapat berdampak pada kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari, sehingga penanganan sejak dini menjadi penting.

Sementara itu, GM Marketing Combiphar, Sandi Wijaya, menyoroti bahwa batuk kerap dianggap sepele padahal memiliki dampak luas. “Menjelang musim pancaroba, risiko batuk meningkat signifikan. Yang sering luput, batuk bukan sekadar ketidaknyamanan, tetapi juga memiliki biaya tersembunyi, mulai dari terganggunya istirahat, menurunnya fokus, hingga berkurangnya produktivitas,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya memahami jenis batuk agar pengobatan lebih tepat sasaran. Combiphar juga menghadirkan varian obat batuk yang diklaim telah dipercaya selama lebih dari 30 tahun dan kini tersedia lebih luas untuk masyarakat.

Dengan meningkatnya kasus ISPA di tengah perubahan cuaca, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan sektor swasta dinilai menjadi kunci dalam memperkuat upaya promotif dan preventif. Edukasi yang masif di tingkat komunitas diharapkan mampu menekan risiko penularan serta menjaga kesehatan pernapasan masyarakat secara berkelanjutan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Angel Pieters Rilis Garis Tangan, Single Terbaru Tentang Keikhlasan Melepas Seseorang

Angel Pieters hari ini secara resmi merilis single terbarunya, “Garis Tangan” sebuah karya lagu yang dipercaya menyimpan cerita tentang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img