Moneter.co.id – Kawasan industri
Java Integrated Industrial Ports and Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur ditargetkan
dapat menampung sebanyak 183 industri dari berbagai sektor yang akan menyerap investasi senilai
Rp83,2 triliun. Dengan berdirinya beberapa perusahaan di kawasan industri
terpadu tersebut, diyakini mampu membawa efek berantai terhadap pertumbuhan
ekonomi nasional dan daerah.
Kawasan
industri JIIPE diresmikan
secara langsung oleh Presiden Joko Widodo dengan didampingi Menperin
Airlangga Hartarto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Jawa
Timur Soekarwo, Presiden Direktur AKR Corporindo Tbk. Haryanto
Adikoesoemo, dan Direktur Utama Pelindo III Ari Ashkara pada Jumat
(9/3).
“Saat ini, terdapat delapan perusahaan yang sudah berinvestasi. Dua di antaranya telah beroperasi, dua perusahaan lain
masih dalam proses pembangunan pabrik, dan sisanya akan
mulai pembangunan,” kata Menteri Perindustrian
Airlangga Hartarto pada acara Peresmian Kawasan Industri JIIPE di Gresik, Jawa
Timur.
Airlangga mengatakan, JIIPE merupakan model kawasan industri generasi ketiga, yaitu kawasan
industri yang dilengkapi dengan infra dan suprastruktur yang andal dan
terintegrasi seperti adanya pelabuhan, kawasan yang ramah lingkungan, serta inovatif menuju terwujudnya kota industri baru.
Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan, JIIPE
sebagai salah satu kawasan industri yang masuk
dalam Proyek Strategis Nasional sesuai Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017, telah disiapkan beberapa klaster untuk industri berat, industri
berbasis kelapa sawit (CPO), industri otomotif, serta industri kecil dan
menengah (IKM).
“Jawa Timur merupakan salah satu provinsi berbasis
manufaktur, karena industri yang ada mampu berkontribusi terhadap perekonomian
daerah sebesar 40 persen, tertinggi setelah Banten dan Jawa Barat,” tutur
Menperin.
Menurutnya, selain menarik investor, pembangunan kawasan industri
diharapkan membawa efek berantai dalam 10 tahun ke depan dan membuka
kesempatan lapangan pekerjaan yang cukup banyak. Kawasan industri di
Gresik ini ditargetkan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 500 ribu
orang, yang diharapkan didominasi dari masyarakat sekitar.
Guna mempercepat pembangunan dan peningkatan daya saing
kawasan industri di JIIPE, Kemenperin bersama pemangku kepentingan terkait terus
melakukan langkah sinergi, terutama dengan Kementerian
Perhubungan. “Pemerintah selalu memberikan dukungan terhadap pengembangan kawasan industri melalui
penyediaan infrastruktur sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian,” lanjut Menperin.
Misalnya, terkait
dengan infrastruktur pelabuhan, Terminal Manyar Pelabuhan Gresik yang merupakan bagian dari kawasan industri JIIPE, telah dirancang dengan multipurpose yang mampu memfasilitasi
bongkar muat curah kering, curah cair, general cargo dan peti kemas. Terminal
Manyar mampu disandari oleh kapal-kapal berukuran besar hingga 100.000 DWT.
Untuk mendukung beroperasinya kawasan industri JIIPE masih dibutuhkan penambahan dan peningkatan beberapa
infrastruktur seperti pelebaran Jalan Daendels, penyambungan rel kereta api
sepanjang 11 km dari Stasiun Duduk Sampeyan sampai masuk ke lokasi JIIPE, dan diharapkan jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar bisa
terkoneksi dengan JIIPE. “Kami mengharapkan kementerian teknis terkait untuk mendukung
penambahan dan peningkatan infrastruktur tersebut,”
tegas Airlangga.
Informasi
saja, pembangunan JIIPE merupakan kerja sama antara AKR Corporindo melalui anak
usahanya, PT Usaha Era Pratama Nusantara dengan Pelindo III melalui anak
usahanya, PT Berlian Jasa Terminal Indonesia. Total investasi dalam pembangunan
kawasan industri JIIPE ini sebesar Rp5 triliun sejak tahun 2012, dan akan
menambah investasi sekitar Rp1,3 triliun untuk pengembangan fasilitas dermaga
tahap kedua.
Area
JIIPE terdiri atas kawasan industri 1.761 hektare (Ha), pelabuhan seluas 400
Ha, dan kawasan pemukiman berkonsep kota mandiri seluas 800 Ha. Sejumlah industri yang sudah masuk di JIIPE,
antara lain pabrik kimia PT Clariant Indonesia, pabrik garam PT UnichemCandi
Indonesia, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (Sari Roti), perusahaan pupuk PT
Hextar Fertilizer Indonesia, serta perusahaan beton dan kontruksi PT Adhimix
Precast Indonesia.
Kawasan Industri JIIPE telah
diperkuat dengan pembangkit listrik berkapasitas 13 Megawatt sejak November
2017. Selain itu, didukung dengan Water Treatment Plant, jaringan
pipa gas yang saat ini sudah terkoneksi dengan pipa gas Perusahaan Gas Negara
(PGN), sistem telekomunikasi dengan fiber optik
dan internet broadband,
serta pelabuhan yang diharapkan dapat menurunkan biaya logistik
dan biaya produksi.
(TOP)




