KB Bank terus memperkuat ekspansi pembiayaan ke sektor produktif dengan membidik industri teknologi informasi dan komunikasi (ICT) yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang. Terbaru, perseroan menjalin kerja sama distributor financing dengan PT ECS Indo Jaya melalui penyediaan fasilitas Supply Chain Finance (SCF) hingga Rp200 miliar.
Fasilitas pembiayaan tersebut ditujukan bagi distributor dalam ekosistem bisnis ECS Indo Jaya guna memperkuat kebutuhan modal kerja dan menjaga kelancaran distribusi produk teknologi ke berbagai daerah. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi KB Bank dalam memperbesar portofolio transaction banking berbasis ekosistem usaha.
Di tengah percepatan digitalisasi nasional, kebutuhan pembiayaan pada sektor ICT dinilai semakin besar. Distributor teknologi membutuhkan likuiditas yang kuat untuk menjaga pasokan produk tetap berjalan, terutama di tengah tingginya permintaan perangkat dan solusi digital dari dunia usaha.
Transaction Banking Division Head KB Bank, Novita S Djani, mengatakan pembiayaan berbasis rantai pasok menjadi salah satu fokus perseroan dalam memperluas penetrasi kredit ke sektor-sektor potensial.
“Kerja sama dengan PT ECS Indo Jaya merupakan bagian dari upaya KB Bank untuk terus memperkuat bisnis transaction banking melalui solusi pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan ekosistem usaha saat ini,” ujar Novita di Jakarta, Senin (18/5).
Ia menambahkan, sektor ICT memiliki peluang pertumbuhan yang tetap menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan transformasi digital lintas industri. Karena itu, KB Bank melihat kebutuhan pembiayaan distributor akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
“Melalui fasilitas Distributor Financing, KB Bank berharap dapat mendukung penguatan kapasitas bisnis distributor serta menjaga kelancaran rantai pasok dalam ekosistem PT ECS Indo Jaya,” lanjutnya.
Sementara itu, Presiden Direktur PT ECS Indo Jaya, Antonius, menilai dukungan pembiayaan dari KB Bank akan membantu distributor memperoleh akses modal kerja yang lebih fleksibel dan kompetitif.
“Kerja sama ini diharapkan dapat membantu distributor kami memperoleh akses pembiayaan modal kerja yang lebih optimal sehingga dapat mendukung percepatan distribusi produk ke pasar serta pengembangan usaha secara berkelanjutan,” ujar Antonius.
Sebagai bagian dari VSTECS Group, ECS Indo Jaya memiliki jaringan distribusi yang luas di pasar domestik. Perusahaan tersebut saat ini didukung lebih dari 5.400 mitra aktif dengan cakupan layanan di lebih dari 225 kota di Indonesia. Perseroan juga menjadi distributor berbagai merek teknologi global melalui lini bisnis distribution, enterprise system, dan IT services.
Bagi KB Bank, kolaborasi ini bukan sekadar pembiayaan modal kerja, melainkan bagian dari strategi memperkuat layanan wholesale banking secara terintegrasi. Perseroan saat ini juga mengandalkan layanan cash management, trade finance, custody, hingga platform digital KBstarbiz untuk mendukung kebutuhan transaksi korporasi.
Ekspansi pembiayaan berbasis ekosistem dinilai menjadi salah satu strategi perbankan untuk menjaga kualitas kredit sekaligus memperbesar peluang pertumbuhan bisnis di tengah kompetisi industri keuangan yang semakin ketat.




