PT Pegadaian (Persero) mengelola sekitar 153 ton emas secara nasional. Hal itu membuktikan kepercayaan tinggi masyarakat dan institusi terhadap kapabilitas serta kredibilitas Pegadaian dalam industri pengelolaan emas nasional.
“Pegadaian sebagai salah satu pelopor pembentukan Bullion Bank (Bank Emas) pertama dan terlengkap di Indonesia,” kata Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil IX Jakarta 2, Maryono di Jakarta, Sabtu (29/8/2026).
Maryono menjelaskan dengan pengelolaan 153 ton emas. Pegadaian dinilai memiliki kesiapan infrastruktur yang paling mumpuni dan matang untuk mengoperasikan sistem Bullion Bank di Indonesia.
“Hal itu, didasari oleh fakta bahwa lebih dari 90 persen agunan gadai di Pegadaian berupa emas,” kata Maryono. Menurutnya, infrastruktur itu ditopang oleh jaringan ruang penyimpanan emas (vault) dengan standar keamanan internasional terbaik di Indonesia.
Portofolio produk Layanan Bank Emas (Bullion Services) terlengkap di Indonesia yang dihadirkan Pegadaian meliputi deposito emas, pinjaman modal kerja emas, jasa titipan emas korporasi, serta perdagangan emas.
PT Pegadaian Persero Kanwil IX Jakarta 2 juga memperkenalkan aplikasi super bernama “TRING by Pegadaian”, yakni sebuah platform digital dari Pegadaian yang menghadirkan kemudahan transaksi ekosistem emas secara transparan, aman dan fleksibel dalam genggaman.
Selain itu, ada juga produk Tabungan Emas Pegadaian yaitu layanan pembelian dan penjualan emas dengan fasilitas titipan berbiaya terjangkau yang memungkinkan masyarakat berinvestasi emas mulai dari nominal sangat kecil.




