Minggu, Agustus 30, 2026

Pendapatan Bersih dan Laba Usaha Bakrie & Brothers Naik di Semester I 2026

Capaian ini tumbuh 45,84 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,77 triliun.

Must Read

Pada semester I 2026, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) membukukan pendapatan bersih Rp2,59 triliun. Capaian ini tumbuh 45,84 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,77 triliun.

Sementara laba usaha perseroan pada periode tersebut juga meningkat 283,21 persen menjadi Rp301,53 miliar dari Rp78,68 miliar pada semester I 2025.

BNBR juga mencatat laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar Rp423,04 miliar pada semester I 2026, naik Rp295,21 miliar atau 230,93 persen dari Rp127,83 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

“Kenaikan pendapatan perseroan ditopang pertumbuhan sejumlah unit usaha, terutama PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Group, dan PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group,” kata Direktur Utama dan CEO BNBR Anindya N Bakrie di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Pendapatan BIIN Group tercatat Rp626,78 miliar, meningkat Rp450,76 miliar atau 256,1 persen dibandingkan Rp176,02 miliar pada semester I 2025. Peningkatan tersebut terutama berasal dari dampak konsolidasi penuh PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) pada 2026.

VKTR Group mencatat pendapatan bersih Rp646,61 miliar, naik Rp232,58 miliar atau 56,2 persen dari sekitar Rp414,03 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan pendapatan VKTR disebut berasal dari kenaikan penjualan kendaraan listrik (EV) serta peningkatan penjualan PT Bakrie Autoparts Group.

BMI Group membukukan pendapatan bersih sekitar Rp1,3 triliun, meningkat Rp120,96 miliar atau 10,2 persen dibandingkan Rp1,18 triliun pada semester I 2025. Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan pendapatan BMI Parent sebesar 37,5 persen, PT Bakrie Construction sebesar 33,6 persen, serta PT Southeast Asia Pipe Industries sebesar 15,1 persen.

“Perseroan telah menyelesaikan penerbitan saham baru melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue pada akhir Juli 2026. Aksi korporasi tersebut menghimpun dana sebesar Rp4,76 triliun,” tambah Wakil Direktur Utama dan Co-CEO BNBR A Ardiansyah Bakrie.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Kelola 153 Ton Emas Nasional, Pegadaian Pelopor Pembentukan Bullion Bank

PT Pegadaian (Persero) mengelola sekitar 153 ton emas secara nasional. Hal itu membuktikan kepercayaan tinggi masyarakat dan institusi terhadap...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img