Rabu, Maret 18, 2026

Kembali Berangkatkan Ratusan Pemudik, Schneider Electric Bagikan Tips Keamanan Listrik saat Mudik

Must Read

Schneider Electric, pemimpin global di bidang teknologi energi, kembali menyelenggarakan program Mudik Bareng Schneider Electric 2026 pada Selasa, 17 Maret 2026. Program tahunan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus komitmen Schneider Electric dalam mempererat hubungan dengan para mitra, khususnya retailer dan karyawan toko yang selama ini berperan penting dalam mendistribusikan produk Schneider Electric kepada pelanggan di berbagai daerah di Indonesia.

Tahun ini, sebanyak 500 peserta mudik dari wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi (Jabodetabek) diberangkatkan menggunakan 10 armada bus. Pelepasan rombongan mudik dilakukan secara seremonial oleh jajaran manajemen Schneider Electric bersama perwakilan mitra pada pukul 08.30 WIB dari LTC Glodok, Jakarta. Schneider Electric menyediakan beberapa rute perjalanan terbaik menuju Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, dengan beberapa titik pemberhentian di berbagai kota sepanjang perjalanan.

Dalam sesi pembukaan, M. Farhan Lucky, National Sales Director, Schneider Electric Indonesia, menyampaikan apresiasi kepada para mitra, khususnya para retailer dan karyawan toko, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga kemitraan yang telah terjalin selama ini. “Kami sangat senang dan bangga dapat terus menjalankan program Mudik Bareng Schneider Electric ini, sebagai bagian dari komitmen kami dalam memperkuat kemitraan jangka panjang dengan para retailer dan karyawan toko. Melalui program ini, kami berharap dapat menghadirkan pengalaman mudik yang aman dan nyaman bagi para mitra kami,” ujarnya.

Selain memfasilitasi perjalanan mudik, Schneider Electric juga mengingatkan pentingnya memastikan keamanan kelistrikan rumah sebelum bepergian. Data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menunjukkan bahwa korsleting listrik masih menjadi penyebab utama kebakaran, yang menyumbang lebih dari 60% kasus pada tahun 2025[1]. Hal ini menegaskan pentingnya memastikan sistem kelistrikan rumah dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan dalam waktu lama.

Untuk membantu masyarakat meminimalkan risiko tersebut, Schneider Electric membagikan beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan sebelum meninggalkan rumah saat mudik:

Periksa kondisi instalasi listrik di rumah
Pastikan kabel, stopkontak, dan panel listrik berada dalam kondisi baik serta tidak menunjukkan tanda kerusakan seperti kabel terkelupas atau sambungan yang longgar.

Cabut peralatan elektronik yang tidak digunakan
Mencabut peralatan elektronik dari stopkontak dapat membantu mengurangi risiko gangguan listrik sekaligus mencegah konsumsi listrik yang tidak perlu saat rumah kosong.

Gunakan perangkat pengaman listrik yang sesuai standar SNI
Perangkat seperti Miniature Circuit Breaker (MCB) atau anti korsleting berfungsi memutus aliran listrik secara otomatis saat terjadi korsleting atau kelebihan daya, sementara Residual Current Circuit Breaker (RCCB) atau anti setrum mampu mendeteksi dan memutus arus bocor secara otomatis guna mencegah sengatan listrik dan kebakaran.

Farhan menambahkan bahwa langkah-langkah sederhana tersebut dapat membantu masyarakat meninggalkan rumah dengan lebih tenang selama mudik. “Keselamatan listrik di rumah merupakan hal yang sering kali luput dari perhatian saat mempersiapkan perjalanan mudik. Melalui edukasi ini, kami berharap masyarakat dapat lebih memahami pentingnya memastikan sistem kelistrikan yang aman, sehingga momen mudik dapat dinikmati dengan lebih tenang bersama keluarga,” tutup Farhan.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Maybank Indonesia Pacu Bisnis SME, Segmen Syariah Jadi Andalan

PT Bank Maybank Indonesia Tbk (“Maybank Indonesia” atau “Bank”) terus memperkuat pengembangan pembiayaan Small and Medium Enterprise (SME) sejalan dengan komitmen Bank...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img