Jumat, April 17, 2026

Kemendag dorong ekspor cangkang sawit ke Jepang

Must Read

Moneter
 Kementerian Perdagangan melalui
Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional bersama Japan External Trade Organization (JETRO) Jakarta, dan Asosiasi
Pengusaha Cangkang Sawit (APCASI) memfasilitasi pertemuan bisnis pelaku usaha
cangkang sawit Indonesia dengan pelaku usaha industri biomass dari Jepang di
Pekanbaru, pada 24 – 25 November 2021.

Hasil dari pertemuan tersebut menghasilkan potensi
transaksi dagang produk cangkang sawit sebesar USD 12 juta per tahun.

“Dalam rangka menjaga surplus neraca perdagangan,
pemerintah terus berupaya untuk mengembangkan produk dan komoditi berpotensi
ekspor yang memiliki permintaan dan nilai jual yang tinggi di pasar global,
salah satu di antaranya adalah cangkang kelapa sawit,” ujar Direktur Jenderal
Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi di keterangan resminya, Kamis (25/11).

Perdagangan ekspor produk cangkang sawit Indonesia
pada Januari – September 2021 telah mencapai USD 286 juta atau meningkat 27,01%
dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020.

Adapun negara tujuan ekspor utama produk cangkang
sawit Indonesia yaitu Jepang dengan pangsa sebesar 84,5% dari total ekspor
cangkang sawit Indonesia, diikuti oleh Thailand, Singapura, Korea Selatan dan
India. Sementara itu pasokan cangkang sawit di Indonesia berasal dari Jambi,
Riau, Sumatera Barat, Kalimatan Tengah dan Sumatera Utara.

Jepang saat ini merupakan pasar yang terbesar bagi
cangkang sawit dan diperkirakan akan terus menjadi menjadi pasar utama untuk
komoditi tersebut. Hal ini dimungkinkan dengan adanya kebijakan energi Jepang
yang menetapkan pemenuhan 24 % energi yang dihasilkan pada tahun 2030 berasal
dari energi baru dan terbarukan (renewable
energy
).

“Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional bersama
dengan Japan External Trade Organization
berupaya mempertahankan dan meningkatkan ekspor cangkang sawit ke Jepang. Salah
satu bentuk kerja sama tersebut adalah melalui kegiatan One on One Business Matching yang diselenggarakan pada hari ini,” tambah
Marolop Nainggolan, Direktur Kerjasama Pengembangan Ekspor, Kementerian
Perdagangan.

Marolop Nainggolan menambahkan selain melalui
pertemuan bisnis kami juga mengajak pelaku usaha Jepang untuk mengunjungi
stockpile dan pabrik penghasil cangkang sawit di daerah Siak dan Dumai, dengan
harapan agar calon mitra bisnis dari Jepang meyakini besarnya potensi cangkang
kelapa sawit Indonesia dan berminat untuk menjalin kerja sama bisnis jangka panjang
dengan pelaku usaha lokal.

Sementara, dari hasil business matching sebelumnya, pada awal bulan November telah
dilakukan pengiriman cangkang sawit oleh PT. Internasional Green Energy dan PT.
Prima Khatuliastiwa Sinergi sebanyak 10.000 ton dan 11.000 ton untuk memenuhi
kontrak pengiriman per bulan secara kontinu ke pasar Jepang.

Selanjutnya pada awal Desember akan dilakukan
pengiriman cangkang sawit sebanyak 20.000 ton oleh PT. Jatim Propertindo untuk
memenuhi kontrak yang serupa dengan perusahaan di Jepang.

Kompetitor utama Indonesia untuk produk cangkang sawit
adalah Malaysia dan Thailand sementara produksi dunia sebagian besar berada di
Indonesia. Namun demikian eksportir cangkang sawit Indonesia menghadapi
kompetisi yang relatif ketat dengan eksportir Malaysia.

Harga cangkang sawit di Malaysia relatif lebih murah
dan stabil sedangkan harga di Indonesia fluktuatif dan cenderung naik akibat
adanya bea keluar dan pungutan ekspor ditambah kurangnya infrastruktur
pendukung.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Mendag Busan Klaim Kewajiban Distribusi Melalui DMO Jaga Stabilitas Harga Minyak Goreng Rakyat

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, kewajiban distribusi domestic market obligation (DMO) minyak goreng rakyat sebesar minimal 35 persen melalui...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img