Senin, Maret 2, 2026

Kemendag Selenggarakan ‘Capacity Building’ Promosi Dagang ke TDAP Pakistan

Must Read

Moneter.id – Kementerian
Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen
PEN) menyelenggarakan
capacity building
dalam bentuk pelatihan promosi perdagangan untuk para pejabat dan pegawai
Trade Development Authority of Pakistan
(TDAP) di Karachi, Pakistan pada 23-25 September 2019.

Kegiatan
bertajuk ‘Training on Trade Promotion’
ini diharapkan dapat berkontribusi meningkatkan hubungan dagang dan memperkuat
kerja sama dalam aktivitas promosi perdagangan bagi kedua pihak.

“Pelatihan
ini memberikan pengetahuan secara umum tentang perdagangan internasional dan
aktivitas promosi perdagangan serta mendorong pengusaha Pakistan untuk bermitra
dengan pengusaha Indonesia. Materi pelatihan menitik beratkan pada aktivitas
promosi dagang dan peningkatan nilai perdagangan Indonesia–Pakistan lewat
kegiatan ekspor dan impor,” kata Marolop Nainggolan disiaran pers yang diterima
Moneter.id, Selasa (24/9).

Baca
juga:
Dirjen PEN Sampaikan Program Unggulan dalam Forum ATPF di Mongolia

Pelatihan
Promosi Perdagangan di Karachi-Pakistan adalah tindak lanjut nota kesepahaman
antara TDAP dengan Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional untuk memperkuat
organisasi, kerja sama ekonomi dan perdagangan serta peluang bisnis antara
kedua negara.

Pelatihan
ini juga menjadi upaya Kemendag untuk mempromosikan produk potensial Indonesia
dan mendorong pelaku usaha atau sektor swasta di Pakistan untuk berpartisipasi
pada promosi dagang serta menjalin hubungan bisnis dengan pelaku usaha di
Indonesia.

Konsul
Jenderal Republik Indonesia di Karachi, Totok Prianamto mengungkapkan bahwa
kegiatan ini untuk menggali potensi dagang antara kedua Negara dalam sektor
ekonomi, perdagangan, investasi, dan people
to people contact
untuk mencapai target-target yang telah ditentukan kedua
Negara.

“Indonesia
selalu siap untuk bekerjasama dengan pelaku-pelaku bisnis Pakistan dan kegiatan
ini diharapkan mampu memberikan stimulasi hubungan bisnis antar kedua Negara,”
tungkas Totok.

Pelatihan
yang diikuti oleh 32 peserta terdiri atas pejabat dan pegawai TDAP ini menjadi
salah satu cara Indonesia meningkatkan hubungan dagang dan peningkatan ekspor
ke negara tujuan pasar nontradisional khususnya di kawasan Asia Selatan.

Indonesia
dan Pakistan pada tahun 2013 telah mengimplementasikan perjanjian dagang Indonesia Pakistan Preferential Tarif
Agreement
(IP-PTA). Hasil perjanjian tersebut telah berhasil meningkatkan
perdagangan kedua negara secara signifikan. Pada tahun 2019 ini Indonesia dan
Pakistan sepakat akan memperluas perjanjian menjadi Indonesia-Pakistan Trade in Goods Agreement (IP-TIGA). Negosiasi
perdagangan yang dilakukan untuk menggali potensi kedua negara dan dapat
memberikan manfaat yang maksimal bagi kedua negara.

Berdasarkan
data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Perdagangan, nilai
total perdagangan kedua negara pada 2018 mencapai USD 3,10miliar. Pakistan
menempati peringkat ke-15 sebagai negara tujuan ekspor nonmigas utama Indonesia
dengan nilai ekspor USD 2,38 miliar dan pangsa sebesar 1,46 persen.

Pakistan
juga menempati urutan ke-36 sebagai negara sumber impor nonmigas utama
Indonesia dengan nilai impor USD 641,4juta dan pangsa sebesar 0,4 persen.
Komoditas ekspor andalan Indonesia ke Pakistan pada 2018 adalah minyak kelapa
sawit dan turunannya, batubara, mobil dan kendaraan bermotor lainnya, suku
cadang dan aksesoris untuk kendaraan bermotor, ban dan bahan baku serat buatan.

Sementara
itu, komoditas impor utama Indonesia dari Pakistan pada tahun 2018 adalah
produk setengah jadi dari besi atau baja tanpa paduan; beras, gandum; buah
jeruk; serta kertas dan kertas karton.

Salah
satu upaya pemerintah untuk lebih mempromosikan produk Indonesia dan memperluas
jaringan bisnis dan investasi, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
mengadakan pameran dagang terbesar di Indonesia yaitu Trade Expo Indonesia (TEI).

Baca
juga:
TEI 2019 Jadi Ajang Promosi Produk Lokal ke Pasar Global

Pameran
dagang internasional yang fokus pada B2B ke-34 dengan tema “Moving Forward to Serve the World” ini akan diadakan pada 16-20
Oktober 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) – BSD City Serpong
Banten.

Pada
tahun 2018, jumlah buyer Pakistan yang mengunjungi TEI sebanyak 68 orang dengan
menghasilkan transaksi dagang sebesar USD 68 ribu. Produk utama yang diminati
antara lain alas kaki, produk pertanian, CPO, kosmetik, dan produk fashion.

Baca
juga:
Produsen Binaan Ditjen PEN Unjuk Gigi di TEI 2018

“Kami
berharap setelah kegiatan ini, peserta memahami proses perdagangan internasional
khususnya kegiatan ekspor dan impor serta aktifitas promosi dagang. Selain itu,
mengetahui strategi promosi yang efektif untuk peningkatan perdagangan,” kata
Marolop.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ancaman Obesitas Menghantui Usia Produktif di Indonesia

Masalah berat badan berlebih di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar urusan estetika menjadi ancaman kesehatan yang nyata, terutama...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img