Sabtu, Februari 28, 2026

Kemenpar Undang Pelaku 44 Jenis Usaha Pariwisata Akses KUR

Must Read

Moneter.id – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengundang pelaku 44
jenis usaha pariwisata di Indonesia untuk mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR)
pariwisata agar bisa memperbesar skala usahanya.

Asisten Deputi Investasi Kementerian Pariwisata
(Kemenpar) Hengki Manurung mengatakan sejak akhir 2018 Pemerintah mengenalkan KUR
Pariwisata untuk mendukung sektor pariwisata semakin berkembang.

“Ada 44 jenis usaha yang dapat dibiayai KUR, di mana dana
yang digelontorkan mulai sebesar Rp25 juta dengan bunga 0,4% dan 7% dengan angka
maksimal Rp500 juta,” katanya usai acara Sosialisasi dan Coaching Clinic Kredit
Usaha Rakyat (KUR) sektor pariwisata di Hotel Da Vienna, Batam, Kepri, Kamis (2/05).

“Sudah banyak pelaku usaha pariwisata yang mengakses
bahkan sudah digelontorkan mencapai hampir Rp70 miliar, di Labuan Bajo misalnya
sudah digelontorkan sebesar hampir Rp1 miliar untuk usaha perkapalan,” tambah
Hengki.

Selain itu, lanjut Hengki, pihaknya telah melakukan
sosialiasasi perihal KUR pariwisata setidaknya di 17 kota yakni 10 kota
destinasi prioritas ditambah destinasi-destinasi
border tourism. “Selama ini muncul anggapan di kalangan masyarakat
bahwa bunga bank sangat besar, namun melalui KUR, hal itu terjawab, karena
bunga KUR sangat terjangkau,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Batam Ardiwinata
menyambut positif dengan adanya sosialisasi KUR Pariwisata. “Di Kota Batam
banyak berkembang UKM yang bergerak di sektor pariwisata. Hal ini, diharapkan
akan membawa dampak baik bagi pariwisata Indonesia khususnya di Batam yang bersiap
menghadapi era digital 4.0,” ujarnya.

“Masyarakat kian bisa berinovasi dalam mengenalkan
produknya, secara tidak langsung membawa banyak kemunculan para pelaku usaha
pariwisata yang baru sehingga produk lokal Batam terus hadir memberikan warna
baru di setiap tahunnya guna kemajuan pariwisata Batam,” tambahnya.

Kepala BRI Unit Jodoh Kanca Batam Center Dr. Aprizal
Yusril mengutarakan melalui KUR pariwisata, para pelaku usaha mendapatkan
berbagai manfaat termasuk suku bunga yang ringan dan kemudahan akses. Untuk
mengakses KUR, para pelaku usaha pariwisata disyaratkan sudah menjalankan
usahanya minimal selama 6 bulan.

“Sejumlah syarat yang diperlukan untuk mengakses KUR di
antaranya KTP dan Kartu Keluarga, profil usaha yang sudah dijalankan dengan
ditandatangani pemda setempat, tidak memiliki kredit atau pembiayaan yang
bersangkutan dengan bank lain,” tukasnya.

Tercatat ada sebanyak 44 jenis usaha pariwisata yang
terangkum dalam 13 sub-bidang usaha pada sektor pariwisata yang dibiayai
melalui program KUR di antaranya usaha agen perjalanan wisata, sanggar seni,
pentas seni, serta penyelenggara meeting, incentive, convention, dan exhibition
(MICE).

Pelaku usaha akomodasi alias layanan penginapan, penyedia
makanan dan minuman di kawasan wisata, hingga usaha jasa layanan informasi
pariwisata juga bisa mengakses KUR. Bidang usaha lain yang difasilitasi
meliputi tempat pelayanan pariwisata (taman tematik, museum, konsultan wisata,
dan pemandu wisata).

Selain itu, usaha tirta atau usaha olahraga air
(snorkeling, diving, arung jeram, dan lain-lain) pun bisa mengajukan pinjaman.
Bahkan pelaku usaha jasa transportasi pariwisata, industri kerajinan, dan pusat
oleh-oleh juga diakomodasi agar bisa mengajukan KUR.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Motorola Resmi Luncurkan razr 60 di Indonesia: Era Baru Ponsel Lipat Pintar Berbasis AI

Motorola kembali menggebrak pasar ponsel premium tanah air dengan mengumumkan kehadiran motorola razr 60 di Jakarta pada Rabu, 25...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img