Jumat, Maret 6, 2026

Kemenperin Fasilitasi Pelaku Batik IKM Ikuti Pameran “Indonesia Batik For The World” di Paris

Must Read

Moneter.id – Kementerian
Perindustrian (Kemenperin) memfasilitasi sejumlah pelaku industri kecil dan
menengah (IKM) batik nasional untuk ikut serta dalam pameran internasional yang
bertajuk “Indonesia Batik For The World” di UNESCO Headquarters, Paris,
Perancis.

“Pameran
yang berlangsung pada tanggal 6-12 Juni 2018 itu dalam rangka memperingati ke-9
tahun Kain Batik Indonesia masuk dalam daftar perwakilan warisan budaya sebagai
Masterpieces of the Oral and Intangible
Heritage of Humanity
oleh UNESCO yang diakui sejak 2 Oktober 2009 lalu,”
kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Senin (18/6).

Tujuan
Indonesia Batik For The World digelar adalah untuk memperlihatkan kepada dunia
terhadap kekayaan budaya batik nasional, kompetensi pengrajinnya, dan
kelangsungan industri batik Indonesia. “Kini, batik Indonesia semakin
menunjukkan jati dirinya di berbagai pameran dunia,” ungkap Gati.

Pada
pameran tahun ini, terdapat 100 kain batik kualitas premium yang dipamerkan
oleh para pengrajin IKM batik dari berbagai daerah. “Di tahun 2015, Kemenperin
memberikan penghargaan One Village One Produk (OVOP) Bintang 3
Kategori Batik
kepada Batik Azmiah,” imbuhnya.

Menurut
Gati, Rumah Batik Azmiah merupakan IKM batik yang telah terkenal dengan
penggunaan warna klasik dan corak yang unik. “Beberapa motif yang diproduksi
antara lain kapal sanggat, tampuk manggis, bungo keladi, serta merak ngeram,”
ujarnya.

Hal
yang membedakan batik Azmiah dengan lainnya adalah proses membatik yang melalui
lebih dari enam kali pewarnaan sehingga menghasilkan warna yang menarik.

Lebih lanjut, industri batik telah berperan penting
bagi perekonomian nasional. Sebagai market
leader
, Indonesia telah menguasai pasar batik dunia serta telah menjadi
penggerak perekonomian di regional dan nasional. Tak hanya itu, industri batik
telah menyediakan ribuan lapangan kerja dan menyumbang devisa negara.

Kemenperin
mencatat, nilai ekspor batik dan produk batik pada tahun 2017 mencapai USD5
8,46 juta dengan pasar utama
eskpor ke Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa. Ini menujukkan industri batik
nasional memiliki daya saing komparatif dan kompetitif di pasar internasional.

Saat ini, industri
batik didominasi oleh pelaku IKM yang tersebar di 101 sentra seluruh
Indonesia.  Jumlah tenaga kerja yang
terserap di sentra IKM batik mencapai 15 ribu orang.

Kami
terus berupaya meningkatkan daya saing dan produktivitas industri batik
nasional. Langkah strategis yang dilaksanakan, antara lain program peningkatan
kompetensi SDM, pengembangaan kualitas produk, standardisasi, fasilitasi mesin
dan peralatan serta promosi dan pameran,” paparnya.

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

LPEI Catat Penyaluran PKE Rp13,5 Triliun pada 2025, Naik 85 Persen

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mencatatkan peningkatan signifikan dalam pelaksanaan program Penugasan Khusus Ekspor (PKE) sepanjang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img