Sabtu, April 25, 2026

Kemenperin Optimis Pemilu-Ramadan Bakal Dongkrak Industri Mamin dan TPT

Must Read

Moneter.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan industri
makanan dan minuman (mamin) serta industri tesktil dan produk tekstil (TPT) dapat
tumbuh tinggi pada semester I
/2019. Kinerja positif pada kedua sektor manufaktur
tersebut, didukung adanya momentum Pemilihan Umum dan Ramadan.

“Kami meyakini, konsumsi produk-produk sektor industri
itu semakin meningkat, terutama di pasar domestik. Hal ini seiring pelaksanaan
Pemilu dan masuknya bulan Ramadan,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian
Perindustrian Haris Munandar di Jakarta, Senin (29/4).

Haris menjelaskan, selama ini industri mamin dan TPT
konsisten memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan sektor nonmigas dan
ekonomi nasional. Kemenperin mencatat, sepanjang tahun 2018, pertumbuhan industri
TPT sebesar 8,73
% serta industri mamin di angka 7,91%.
Capaian ini melampaui pertumbuhan ekonomi pada
2018 yang mencapai
5,17
%.

“Kami berharap, industri mamin akan tumbuh 9%
lebih. Pertumbuhan sektor ini juga ditopang karena adanya peningkatan
investasi, termasuk di industri TPT serta alas kaki,” ungkapnya.

Ia optimistis, beberapa sektor manufaktur lainnya akan
menujukkan pula geliat positif seperti industri logam, petrokimia, elektronika,
dan otomotif.
“Sektor-sektor tersebut yang memang kami prioritaskan
pengembangannya agar lebih berdaya saing global, sesuai implementasi peta jalan
Making Indonesia 4.0,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah bertekad untuk
terus menciptakan iklim investasi yang kondusif serta memberikan kemudahan
dalam perizinan usaha.
“Yang sudah bisa kita lihat bahwa Pemilu berjalan aman
dan lancar. Artinya, dari sisi sosial, politik dan ekonomi, akan terjadi hal
yang baik. Untuk itu, kepercayaan kepada pemerintah harus terus dijaga. Program
yang sudah berjalan baik, perlu didukung,” paparnya.

Haris juga menjelaskan, pemerintah
juga akan memberikan keyakinan kepada para investor bahwa mereka bisa berbisnis
di Indonesia dengan aman. “Selain itu, agar industri dapat tumbuh, pemerintah
memacu dengan memberikan insentif. Misalnya yang akan dikeluarkan, yakni super deductible tax untuk mendukung
inovasi dan vokasi industri,” imbuhnya.

Haris juga menegaskan, Kemenperin tetap konsisten mendorong
pelaksanaan kebijakan hilirisasi industri. Langkah strategis meningkatkan nilai
tambah bahan baku dalam negeri ini diyakini mampu memberikan efek berantai yang
luas bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Prinsip dari hilirisasi adalah meningkatkan nilai
tambah. Dahulu kita mengekspor mineral tambang, seperti nickle ore. Tetapi saat ini kita sudah proses menjadi nickel pig iron (NPI). Ini sudah berkali
lipat nilai tambahnya, dari nilainya sekitar USD30 per metrik ton, menjadi USD1300-1400.
Apalagi sekarang sudah kita tingkatkan lagi menjad stailess steel,” ungkapnya.

Selain itu, program hilirisasi di sektor agro seperti
industri minyak kelapa sawit (crude palm
oil
/CPO), memberikan rasio ekspor produk hilir di industri CPO sebesar 80
%
dibandingkan produk hulu.

“Kita sudah melakukan diversifikasi produk CPO,
sehingga produk turunan CPO kita sudah banyak hingga lebih dari 100 produk,
sampai misalnya kepada produk biodiesel,”
ujar Haris.

Oleh karenanya, melalui hilirisasi, industri
manufaktur juga memberikan sumbangsih terbesar bagi nilai ekspor nasional.
“Tahun lalu, kontribusi ekspor produk manufaktur mencapai 72,28
%
dari total ekspor nasional,” tuturnya.

Nilai ekspor industri pengolahan nonmigas sepanjang
tahun 2018 mampu menembus USD130,74 miliar atau naik dibanding tahun 2017
sebesar USD125,10 miliar.

“Produk ungggulan ekspor
kita, di antaranya makanan dan minuman, pakaian dan alas kaki, hingga kendaraan
roda dua dan empat. Bahkan, salah satu perusahan farmasi kita sudah menjadi tiga
besar di pasar Inggris dan mulai ekspansi ke negara Eropa lainnya,” paparnya.

Haris menambahkan, pertumbuham industri sangat
bergantung pada tiga faktor, yakni investasi, teknologi dan SDM. “Dengan adanya
investasi, industri itu akan tumbuh. Kemudian yang kedua. diperkuat dengan
teknologi
dan SDM. Tiga hal tersebut sudah dipikirkan oeh
pemerintah, sepeeti melalui pemberian insentif,” tuturnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Lapor SPT via Coretax Makin Simpel, VIDA Usung “Jangan PaNIK, Cukup Pakai NIK”

PT Indonesia Digital Identity (VIDA) memperkuat perannya dalam transformasi digital perpajakan nasional dengan mendukung penuh implementasi sistem inti administrasi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img