Selasa, Maret 3, 2026

Kemenperin Pacu Desainer Muda Jadi Pelaku Usaha Rintisan Sektor Fesyen

Must Read

Moneter.id – Kementerian
Perindustrian memberikan apresiasi dan dukungan kepada Asosiasi Perancang
Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dalam melaksanakan Modest Fashion Project
(MOFP) 2018.

“Diharapkan kegiatan
MOFP ini menjadi stimulus bagi para desainer muda dalam negeri untuk membangun
usaha rintisan (startup) di
industri fesyen muslim nasional yang mampu menguasai pasar domestik dan ekspor,”
kata Dirjen
IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Sabtu (9/6).

Gati menjelaskan, MOFP 2018 merupakan
lomba desain busana muslim dari rangkaian acara Ramadhan Runway. Kami
berharap kepada para pemenang di ajang ini bisa bersinergi
dengan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) sektor fesyen dan
konveksi.

Selain itu,
desain dari para pemenang lomba tersebut agar tidak hanya menjadi coretan di
atas kertas saja, melainkan dapat diproduksi dan dipasarkan secara luas
sehingga meningkatkan perekonomian nasional.

“Ini
merupakan salah satu wujud konkret yang dilakukan pemerintah dalam mewujudkan
visi Indonesia menjadi kiblat fesyen muslim dunia pada tahun 2020,” tutur Gati.

Guna
mendorong para desainer muda
bisa terus
berkarya
, Kemenperin
telah menjalankan program
peningkatan
kompetensi sumber data manusia dalam
memacu pertumbuhan industri fesyen di Tanah Air.

Dalam
upaya pengembangan industri fesyen, juga diperlukan kolaborasi dan sinergi dari
berbagai stakeholder yang meliputi
pemerintah, pelaku usaha, akademisi dan komunitas,” paparnya.

Di samping
itu, lanjut Gati, langkah strategis yang perlu dilakukan adalah penguatan
struktur industri fesyen nasional. “Integrasi akan diperkuat dengan suplai
bahan baku dari industri tekstil dalam negeri yang akan
diwujudkan melalui material center,” jelasnya.

Dalam
beberapa tahun terakhir, industri fesyen di dalam negeri
terus menunjukkan pertumbuhan yang positif.
Capaian ini ditandai dengan peningkatan kinerja nilai ekspor dan kontribusinya
terhadap PDB nasional.

Berdasarkan
data BPS, nilai ekspor fesyen nasional pada periode Januari-April 2018 mencapai
USD4,7 miliar, meningkat 10% dibanding periode yang sama tahun 2017 sebesar
USD4,2 miliar.
Pada
posisi ini, Indonesia mampu menguasai 1,9% pasar fesyen dunia dan menjadi
negara eksportir pakaian jadi ke-14,” ungkap Gati.

Mengenai
potensi di sektor industri fesyen muslim, Indonesia menjadi salah satu dari
tiga besar negara anggota Organisasi Kerja Sama Negara Islam (OKI) sebagai
pengekspor produk fesyen muslim terbesar di dunia, setelah Bangladesh dan
Turki. Indonesia mampu mencatatkan nilai ekspor produk fesyen muslim hingga
USD12,23 miliar pada tahun lalu.

“Pada tahun
2016
, pasar
fesyen muslim
di dunia
mencapai
USD254 miliar
dan
diprediksi pada 2022 akan mengalami pertumbuhan pasar sebesar 6,6% sehingga
menjadi USD373 miliar.
Ini yang menjadi peluang
besar bagi Indonesia untuk menguasai pasar fesyen muslim di dunia,” papar Gati.

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BCA Alokasikan Dana Tunai Rp65,7 Triliun Guna Penuhi Kebutuhan Transaksi Ramadan dan Idulfitri 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan kesiapannya dalam mendukung kelancaran transaksi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img