Moneter.co.id – Perusahaan aplikasi yang menghubungkan
pengiklan dengan pengendara kendaraan pribadi, Sticar terus melakukan
pengembangan pada portofolio bisnisnya. Setelah menjadi salah satu pemain dalam
bisnis car advertising online, perusahaan yang didirikan pada
Oktober 2016 ini kini akan merambah ke sepeda motor sebagai layanan
terbaru. Penggunaan sepeda motor sebagai medium dalam beriklan ini menjadi
diversifikasi produk yang sudah diterapkan pada akhir tahun ini.
Chief Executive Officer (CEO) Sticar, Rio Darmawan mengatakan, layanan terbaru ini
tidak terlepas dari tingginya minat dan permintaan brand–brand yang
telah menjadi klien Sticar terhadap medium iklan di sepeda motor.
“Satu tahun ini kami menyediakan solusi iklan di
mobil bagi para pelaku usaha. Seiring dengan terus naiknya awareness Sticar
dan online car branding sendiri, ternyata banyak klien yang
berharap layanannya ditambah. Jadi diversifikasi ini kami lakukan juga untuk
memenuhi permintaan tersebut,” ujar Rio.
Secara garis besar, lanjut Rio, scara kerja
iklan di motor akan sama dengan iklan di mobil. Sticar mempertemukan calon
pengiklan dengan para mitra driver yang kendaraanya siap untuk dipasangkan
iklan. Setiap mitra driver akan dibekali aplikasi Sticar yang digunakan selama
mereka menjalankan iklan.
Sementara pengiklan dapat melihat perkembangan
kampanye mereka setiap hari lewat dashboard yang diberikan. Di
dalamnya, mereka (pengiklan) dapat melihat kemana saja iklan tersebut berjalan
dan berapa jumlah impresi yang didapat. Data yang dihasilkan bersifat real time
sehingga pengiklan akan terus mendapatkan update setiap
menitnya.
Rio menjelaskan, seperti halnya iklan di mobil,
biaya layanan iklan di motor ini juga lebih murah dari harga outdoor advertising yang
lain. Sticar mematok harga sebesar 1,3 juta rupiah untuk satu motor per
bulannya.
“Harga tersebut sudah mencakup biaya-biaya
yang lain termasuk penghasilan untuk mitra driver sebesar empat ratus ribu
setiap bulannya,” ucapnya dirilis yang Moneter.co.id terima,
Rabu (01/11)
Saat ini, Sticar telah menerima sekitar seribu
pendaftar untuk mitra driver sepeda motor yang siap untuk menjalankan iklan
dari berbagai macam brand.
Bisnis iklan di sepeda motor sebenarnya bukan
hal yang baru di dunia periklanan. Sebelumnya sudah ada startup yang
menyediakan jasa iklan di sepeda motor. Namun, Sticar memiliki perbedaan yang
menjadi nilai tambah, yaitu brand activation. Pengiklan dapat
melakukan aktivasi agar pesan yang ditampilkan benar-benar sampai ke masyarakat.
Kedepannya, Rio berharap Sticar terus menjadi
pilihan para pelaku usaha untuk menyebarkan kampanyenya. “Pengembangan yang
kami lakukan ini selain memberikan variasi dalam beriklan, juga untuk mendukung
komitmen kami yang ingin selalu memberikan kepuasan kepada semua klien,”
tutupnya.
(TOP)




