Moneter.co.id – Perjudian merupakan sisi kelam di industri sepakbola modern saat ini. Sebuah pertandingan sepakbola dapat melanggar kaidah sportivitas lantaran ada beberapa kasus diakibatkan oleh judi.
Kasus pengaturan skor (match fixing), bahkan sampai ada yang menyeret nama pemain terlibat di dalamnya. Namun, rumah-rumah judi tersebut tak sampai terlibat dalam pengaturan skor. Judi dalam hal ini hanya sebatas industri hiburan, dan tak sampai merajalela ke dalam lapangan.
Ketua Umum PSSI, Letjen TNI Edy Rahmayadi mengatakan, tidak melarang adanya judi dalam sepakbola. Hanya saja menurutnya, judi tidak diperkenankan mengganggu jalannya pertandingan dan kaidah sportivitas.
Edy menegaskan akan menindak tegas para pelaku judi bola yang terlibat dalam pertandingan di lapangan dan melanggar kaidah-kaidah sportivitas.
“Kalau saya lihat dan pelajari, judi yang paling besar masuk ke ranah sport. Jumlahnya bisa mencapai Rp20 miliar per pertandingan. Jika dikalikan 300 saja itu sudah mencapai 20 triliun,” ujar Edy.
“Saya akan berbuat yang terbaik untuk bangsa ini. Silakan berjudi tapi jangan sampai mengganggu ke dalam arena lapangan,” jelasnya.
Sekedar informasi, Gojek Traveloka Liga 1 rencananya akan dimulai pada 15 April 2017. Akan ada 18 tim yang berlaga untuk memperebutkan status sebagai yang terbaik di Indonesia.
Rep.Hap




