Rabu, Januari 14, 2026

Kinerja Ekspor Industri TPT Terus Meningkat, Bahan Baku Tekstil Masih Impor?

Must Read

Moneter.id – Kementerian
Perindustrian (Kemenperin) mencatat, kinerja ekspor industri tekstil dan produk
tekstil (TPT) nasional dalam tiga tahun terakhir terus mengalami tren meningkat.

Pada 2016,
industri TPT berada di angka USD11,87 miliar, kemudian di tahun 2017 menyentuh
USD12,59 miliar dengan surplus USD5 miliar. Tahun 2018, industri TPT mencatat nilai
ekspor sebesar USD13,27 miliar. Pada tahun 2019, Kemenperin menargetkan ekspornya
mencapai USD15 miliar.

Sementara
itu, nilai impor industri TPT sepanjang Januari-Juni 2019 mencapai USD4,07
miliar atau turun dibanding periode yang sama tahun 2018 sekitar USD4,16
miliar. Sedangkan, pada semester I/2019, nilai ekspor dari industri TPT nasional
telah menembus USD6,45 miliar atau lebih tinggi dibanding impornya.

Menteri
Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Minggu (15/9) mengatakan, meski kondisi
saat ini ekspor tekstil nasional mengalami peningkatan ke sejumlah negara, namun
tantangannya adalah pada ketersediaan bahan baku tekstil yang kini masih didatangkan
dari negara lain.

“Jadi,
kendalanya ada di sektor tengah, seperti industri kain, benang, dan printing.
Tiga industri itu yang coba kami revitalisasi,” sebutnya.

Lebih
lanjut, selain dukungan perlindungan dari pemerintah, industri TPT nasional
juga perlu segera dilakukan restrukturisasi permesinannya. Upaya ini untuk
meningkatkan produktivitasnya secara lebih efisien, yang sejalan dengan implementasi
peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Jadi,
perlu memanfaatkan teknologi terkini,” ujarnya.

Apalagi,
kata Airlangga, industri TPT merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang
diprioritaskan pengembangannya agar siap menghadapi penerapan industri 4.0 di
Indonesia.

Sekretaris
Jenderal Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono, Kemenperin telah menyusun delapan langkah
strategis guna mengoptimakan penggunaan bahan baku dalam negeri. Sehingga pada
akhirnya, industri TPT nasional semakin berdaya saing global.

Kedelapan
jurus jitu tersebut, yakni menetapkan impor bahan baku hanya untuk keperluan
produksi dengan alokasi tahunan sesuai kapasitas, memperbaiki rantai pasok (supply
chain
) pada industri TPT melalui platform Indonesia smart textile
hub
(konektivitas industri tekstil), dan merestrukturisasi mesin atau
peralatan khususnya untuk industri kain.

Selanjutnya,
meningkatkan produktivitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) melalui
program pendidikan dan pelatihan vokasi, mendorong investasi pada industri kain
khususnya dyeing dan finishing serta menyelesaikan permasalahan
lingkungan.

Berikutnya,
memperkuat industri hulu tekstil, khususnya serat polyester, rayon,
dan pemintalan benang, kemudian memudahkan regulasi untuk bahan baku dalam
negeri tujuan ekspor, serta memberikan kemudahan izin impor bahan baku PET
recycle
dan kain sortiran untuk produsen.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img