Rabu, April 15, 2026

Komoditas Pertambangan Masih Alami Penurunan Harga

Must Read

MONETER
Periode November 2022, hampir seluruh komoditas produk pertambangan yang
dikenakan bea keluar (BK) mengalami penurunan harga seperti pada periode
sebelumnya.


Penurunan harga ini disebabkan karena menurunnya
permintaan di pasar dunia. Hal ini mempengaruhi analisis penetapan Harga
Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan Bea Keluar untuk
periode November 2022.


Ketentuan HPE periode November 2022 ditetapkan dalam
Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1463 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga
Patokan Ekspor Atas Produk Pertambangan Yang Dikenakan Bea Keluar, tanggal 31
Oktober 2022.


Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Didi
Sumedi mengatakan, hampir seluruh komoditas pertambangan yang dikenakan bea
keluar masih mengalami penurunan harga dikarenakan turunnya permintaan atas
produk tersebut di pasar dunia. Komoditas yang mengalami penurunan harga tersebut
yaitu konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat
mangan, konsentrat seng, konsentrat pasir besi, konsentrat ilmenit, konsentrat
rutil, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian.


“Satu-satunya produk yang mengalami kenaikan harga
meskipun relatif kecil yaitu konsentrat timbal, setelah pada periode lalu juga
mengalami tren penurunan harga. Sementara itu, harga pellet konsentrat pasir
besi masih tetap tidak mengalami perubahan sebagaimana biasanya,” ungkapnya di Jakarta,
Selasa (01/11/2022).


Produk pertambangan yang mengalami penurunan harga
rata-rata pada periode November 2022 adalah konsentrat tembaga (Cu ≥ 15%)
dengan harga rata-rata sebesar USD 2.873,47/WE atau turun sebesar 3,41%;
konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe ≥ 62% dan ≤ 1% TiO2) dengan harga
rata-rata sebesar USD 81,43/WE atau turun sebesar 4,24%.


Kemudian, konsentrat besi laterit (gutit, hematit,
magnetit) dengan kadar (Fe ≥ 50% dan (Al2O3 + SiO2) ≥ 10%) dengan harga
rata-rata sebesar USD 41,61/WE atau turun sebesar 4,24%; konsentrat mangan (Mn
≥ 49%) dengan harga rata-rata USD 216,31/WE atau turun sebesar 3,24%;
konsentrat seng (Zn ≥ 51%) dengan harga rata-rata sebesar USD 872,68/WE atau
turun sebesar 10,42%.


Selanjutnya, konsentrat pasir besi (lamela
magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 56%) dengan harga rata-rata sebesar USD 48,62/WE atau
turun sebesar 4,24%; konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 45%) dengan harga rata-rata USD
448,66/WE atau turun sebesar 4,77%; konsentrat rutil (TiO2 ≥ 90%) dengan harga
rata-rata USD 1.353,64/WE atau turun sebesar 6,55%; dan bauksit yang telah
dilakukan pencucian (washed bauxite) (Al2O3 ≥ 42%) dengan harga rata-rata
sebesar USD 30,04/WE atau turun sebesar 4,31%.


Sementara itu, konsentrat timbal (Pb ≥ 56%) menjadi
satu-satunya produk yang mengalami kenaikan dengan harga rata-rata sebesar USD
799,48/WE atau naik sebesar 0,38%, sedangkan untuk komoditas produk
pertambangan pellet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 54%)
dengan harga rata-rata USD 117,98/WE masih tetap tidak mengalami perubahan.


Penetapan HPE produk pertambangan periode November
2022 ini dilakukan sebagaimana mekanisme pada periode sebelumnya, yaitu dengan
terlebih dahulu meminta masukan tertulis dari Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral (ESDM) selaku instansi teknis terkait.


Masukan dan usulan harga oleh ESDM tersebut didasarkan
pada perhitungan berbasis data perkembangan harga yang diperoleh dari beberapa
sumber, yaitu Asian Metal, Iron Ore Fine Australian, dan London Metal Exchange
(LME).


HPE kemudian ditetapkan setelah adanya rapat
koordinasi dengan berbagai instansi terkait, yakni Kementerian Perdagangan,
Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, dan
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

PRISM Bidik Peluang Pariwisata, Perluas Konsep Hotel Full-Service di Destinasi Strategis

PRISM, perusahaan induk OYO, memperluas strategi bisnisnya di sektor hospitality Indonesia dengan mendorong pengembangan hotel full-service di sejumlah destinasi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img