Moneter.co.id – Komunitas Tembang Balada Franky & Jane (TBF&J) menggelar acara jumpa fans di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur pada Minggu (22/10).
Acara jumpa fans itu dihadiri lebih dari 150 orang penggemar musik balada. Hadir pula komunitas Koes Plus dan komunitas Ebiet G Ade dalam acara.
Sejumlah lagu yang sempat hit seperti Bis Kota, Musim Bunga, Lelaki dan Rembulan, serta Perahu Retak dinyanyikan secara bergantian oleh para penggemar musik balada tersebut.
Ketua Umum Komunitas TBF&J Darul Farhan mengatakan, pihaknya akan selalu berusaha melestarikan lagu-lagu karya Franky dan Jane.
“Sebagai generasi penerus, saya merasa bertanggung jawab untuk melestarikan lagu balada Franky dan Jane,” kata dia.
Menurut Darul, salah satu upaya untuk melestarikannya adalah dengan menggelar acara jumpa fans komunitas TBF&J.
Johnny Sahilatua, menambahkan, dirinya merasa bahagia atas kegiatan tersebut. “Teman-teman masih menghargai dan mengenang Franky. Semoga ke depan, kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung,” ujar dia.
Penjelasan Johnny, dirinya adalah anak keenam dari pasangan Hubert Johanes Sahilatua dan Theodora Juveva Sahilatua.
“Kakak pertama saya adalah FBA Sahilatua, Anthony Wellem Sahilatua (alm), Franky Sahilatua (alm), Jane Sahilatua, Linda Sahilatua, dan adik saya adalah Mellanie Sahilatua,” jelas dia.
Karya Legenda
Darul Farhan berkomentar, lagu karya almarhum Franky sangat unik dan masuk kategori legenda.
“Franky adalah penyanyi balada berdarah Maluku asal Surabaya. Dia adalah anak ketiga dari tujuh bersaudara, yang di antaranya adalah Jane Sahilatua dan Johnny Sahilatua,” katanya.
Sekedar informasi, Franky Hubert Sahilatua lahir di Surabaya, Jawa Timur, 16 Agustus 1953 dan meninggal dunia di Jakarta pada 20 April 2011 saat berusia 57 tahun.
Franky meninggal dunia di RS Medika Permata Hijau, Jakarta pada pukul 15.15 WIB akibat kanker sumsum tulang belakang
Nama Franky dikenal publik sejak paruh kedua dekade 1970-an, ketika dia berduet bersama adiknya, Jane Sahilatua, dengan nama Franky dan Jane. Duet ini sempat menghasilkan lima belas album, semuanya di bawah Jackson Record.
Namun, duet itu mengakhiri kerja samanya karena Jane kemudian menikah dan hendak memusatkan diri pada keluarga.
Sementara, Franky lebih banyak bersolo karir. Pada 2006, Franky diangkat menjadi duta buruh migran Indonesia bersama Nini Carlina oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI).
Lirik lagu karya Franky pada masa Franky dam Jane cenderung pada pemujaan alam pada awalnya.
Misalnya, pada lagu Musim Bunga dan Kepada Angin dan Burung-Burung. Namun, seperti kebanyakan penulis lagu balada lain, Franky gemar pula bercerita mengenai kehidupan orang sehari-hari, seperti Perjalanan atau Bis Kota.
Franky pun pernah menulis dan menyanyikan lagu-lagu soundtrack untuk film Ali Topan.
Sejak dasawarsa 1990-an hingga dua tahun menjelang meninggalnya, Franky banyak terlibat dalam aksi-aksi panggung bertema sosial dan nasionalisme.
Franky aktif terlibat dalam masa peralihan politik dari Orde Baru menuju Reformasi, penentangan RUU APP, serta gerakan anti globalisasi.
Reporter: Sam




