Moneter.id – Perusahaan Venture
Capital (VC) sekaligus Venture
Builder (VB), UMG Idealab, sukses mendanai sekitar 60 startup. Setengah dari angka tersebut merupakan pendanaan di startup Tanah Air, sisanya tersebar di Myanmar, Thailand,
dan China.
“Visi
UMG Idealab adalah untuk memberikan kontribusi pada solusi teknologi berkelanjutan khususnya di Indonesia,” kata pendiri UMG Idealab, Kiwi Aliwarga disiaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (25/12).
Kata Kiwi, berbagai riset dan penelitian sedang dilakukan dan berharap dapat memberikan kontribusi lebih kepada kemajuan teknologi Tanah Air.
Riset tersebut
adalah pengembangan passenger
drone melalui startup Frogs,
biotechnology melalui
Biotech, pengembangan energy terbarukan antara lain berupa baterai melalui Lectro.
Selain itu, pengembangan teknologi smart speaker dan teknologi Neuro-Linguistic
Programming (NLP) dalam Bahasa Indonesia, pendirian Pusat Riset dan Pendidikan Artificial
Intelligence (AI) denganUniversitas Indonesia, dan deep
tech untuk mendukung industri 4.0, seperti robotic,
big data, dan voice
recognition technology.
“Tahun
depan, UMG Idealab akan fokus pada tiga hal krusial,yaitu perubahan iklim, ketidakmerataan, dan perkembangan UKM di Indonesia,” ucap Kiwi.
Seperti diketahui, Indonesia tidak terlepas dari pengaruh perubahan iklim global yang ikut berdampak pada kinerja ekonomi negara. Peningkatan suhu sekitar 0,8 derajat Celcius diperkirakan akan terjadi pada tahun 2030 dan mengubah pola curah hujan sepanjang tahun.
Penggunaan alat transportasi dan produksi listrik turut menyumbang tingginya peninggalan jejak karbon. “Sekitar 13% emisi gas rumah kaca dihasilkan dari proses produksi dan transportasi makanan. Kita dapat mengurangi angka tersebut dengan meminimalisir proses
transportasi makanan,” ujarnya lagi.
Kemudian, yang
menjadi perhatian
Kiwi adalah mengurangi ketidakmerataan. Sejalan dengan upaya pemerintah untuk terus menggenjot pemerataan di berbagai daerah, Kiwi memiliki langkah tersendiri untuk hal ini.
“UMG Idealab turut mendukung pemerintah untuk menangani persoalan ketidakmerataan di berbagai bidang, seperti edukasi, akses kesehatan, logistik, dan akses untuk mendapat pekerjaan. Kami memberikan kontribusi nyata melalui platform fintech untuk perkembangan bisnis, edutech, healthtech,
hingga logistic tech
yang diharapkan dapat semakin menekan gap
of inequality di Tanah Air,” ujarnya.
Hal ini ditunjukkan dengan melakukan pendanaan pada platform startup Skilloka,
Bukku, Course.com, Prosehat, Perawatku.id, RentConnected, danBeeExpress.
Menurutnya, UMG Idealab sejauh ini sudah menyediakan platform untuk kemajuan UKM, di antaranya pada aspek human
resources, Enterprise
Resource Planning (ERP), point of sales,
AI, robotic, fintech untuk UKM, legal, hingga jasa pengiriman melalui startup Starchain, Botika, Bahasakita,
Widya Indonesia, Legalku, dan Aruna. “Berbagai startup ini dinilai dapat menjadi angin segar bagi para pelaku UKM untuk berkembang,” paparnya.
Kiwi Aliwarga menyadari bahwa dibutuhkan SDM yang
berkualitas dan berkarakter dapat sebagai penunjang utama untuk mengatasi ketiga hal yang menjadi konsentrasi utama UMG Idealab pada jangka panjang
“Bangsa ini tidak kekurangan SDM pintar, namun
SDM yang berkualitas dan berkarakter. Yang terpenting adalah pendidikan dasar 0 – 12 tahun di mana
peran guru dan orang tua sangat penting untuk pembentukan karakter, kemudian pendidikan lanjutan yang harus dibuat dengan blueprint
yang jelas untuk menuju kesana,” kata Kiwi lagi.
Saat ini, menurutnya, pendidikan di Indonesia belum mempunyai sistem yang memadai.
Pendidikan awal ini memerlukan guru-guru dan
orang tua yang andal dalam mengatasi dan mengarahkan anak-anak.
Berkat kontribusinya dalam bidang teknologi, UMG Idealab berhasil mendapat berbagai penghargaan sepanjang tahun 2019, antara lain PT
Mitra Sejahtera Membangun Bangsa
(MSMB) menjadi runner-up pertama dalam ajang kompetisi startup
Intellectual Property Innovation & Entrepreneurship Contest (IPIEC) Global
2019.
Lalu, nominasi Investor of The Year 2019
versi ASEAN Rice Bowl Start-up Awards, terpilihnya Frogs danProsehat menjadi wakil Indonesia
diajang ASEAN Rice Bowl Start-up Awards, serta Universitas Indonesia (UI)
Award dibidang Penelitian dan Pengembangan AI.




