Moneter.co.id – Indonesia berpotensi memanfaatkan perubahan gaya hidup
kalangan remaja di China melalui kopi
sebagai salah satu komoditas ekspor unggulan nonmigas.
“Remaja China sekarang mulai gemar minum kopi sebagai
perubahan gaya hidup dari generasi sebelumnya yang suka minum teh,” kata
Konsul Jenderal RI di Shanghai, Siti Nugraha Mauludiah, Selasa (12/12).
Ia menjelaskan, kopi sudah mulai menjadi tren gaya hidup di daratan
Tiongkok itu. Bahkan Starbucks, ritel kopi berjaringan global, baru-baru ini
membuka gerai baru di Shanghai yang disebut-sebut sebagai gerai terbesar di
luar daratan Amerika Serikat. “Mungkin nantinya, kopi yang diekspor ke China sudah
dalam bentuk biji kopi matang (roasted coffee beans),”
ujarnya.
Selama ini, lanjut dia, Indonesia mengekspor kopi ke China
dalam bentuk biji mentah. “Pasar kopi di
China masih sangat terbuka dan terus berkembang,” katanya.
Menurutnya, pada periode Januari-September 2017, China mengimpor kopi
dari berbagai negara dengan nilai keseluruhan 567 juta dolar AS. Dari jumlah itu China mendatangkan kopi dari Indonesia
senilai 34 juta dolar AS atau masih tertinggal jauh dari Vietnam.
Indonesia dan China memiliki sejarah panjang dalam bidang
perdagangan kopi. Lebih dari 1.000 tahun yang lalu atau pada era Dinasti Tang,
para pedagang China mendarat di Nusantara menawarkan keramik dan sutera yang
ditukar dengan berbagai komoditas pertanian, terutama kopi dan lada.
Sebagian besar penggemar kopi di daratan Tiongkok sangat
mengenali kopi luwak sebagai keistimewaan kopi dari Indonesia yang tidak ada
duanya. “Waktu mendapatkan kesempatan ke Indonesia beberapa
waktu lalu, saya memborong kopi luwak,” kata Wang Xiao Fei, penggemar kopi
asal Beijing. (HAP/Ant)




