Moneter.id – Tradisi mudik lebaran
menggunakan angkutan kereta api (KA), telah menjadi pilihan sebagian masyarakat
urban di Indonesia. Berbagai
persiapan terus dilakukan pemerintah, pemerintah daerah, dunia usaha, penyedia
layanan transportasi maupun masyarakat.
Meski
demikian, berdasarkan pengalaman mudik sebelumnya, masih saja menyisakan
sejumlah masalah. Tak sedikit anak menjadi korban kecelakaan, hilang,
penculikan, korban karena mengkonsumsi jajanan dan makanan yang tidak aman serta korban pencopetan.
Untuk
mengantisipasi hal tersebut, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), menghimbau kepada PT.KAI agar memastikan jaminan
keselamatan dan layanan yang handal, agar pemudik termasuk anak dapat
melangsungkan mudik lebaran dengan aman, nyaman dan segala bentuk potensi
membahayakan anak bisa dicegah sedini mungkin.
“Bagi
pemudik yang menggunakan moda transportasi kereta api, agar selalu menjaga,
mengawasi dan memastikan keselamatan anak dari segala potensi bahaya yang dapat
mengancam setiap saat,” kata Ketua
KPAI Susanto di Jakarta, Jumat (8/06)
Susanto
menghimbau agar orangtua memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan,
kenyamanan dan kesehatan anak saat perjalanan mudik berlangsung. Siapkan
obat-obatan atau vitamin yang diperlukan.
“Obat-obatan
seperti; minyak angin, flu, gatal-gatal adalah beberapa obat yang dibutuhkan
sepanjang perjalanan,” ucapnya.
Ia
juga menyarankan kepada para pemudik bahwa apabila anak ikut dalam mudik
pastikan anak tidak ikut berdesak-desakan.
Jika
kondisi memaksa berdesak-desakan, kata Susanto, PT.KAI harus memastikan
keamanan anak agar tidak rentan menjadi korban dari segala bentuk potensi
kejahatan.
“Pastikan
orangtua menyiapkan mainan seperlunya, bacaan cerita, bacaan edukatif lainnya,
agar tidak jenuh selama mudik lebaran,” jelasnya.
Lebih
jauh, Susanto menjelaskan, pemudik disarankan mengkonsumsi makanan dan minuman
secukupnya, menjaga kesehatan, istirahat cukup serta memastikan anak dalam
pantauan. Dan jika anak mengalami masalah kesehatan, segera hubungi layanan
kesehatan terdekat.
“Pastikan
anak tetap nyaman dan happy selama dalam perjalanan,” tegas Susanto.
Menanggapi imbauan dari KPAI, EVP KAI Daop 1 Jakarta R.
Dadan Rudiansyah
mengatakan, PT. KAI sebagai jasa penyedia transportasi tidak hanya
mengutamakan keselamatan
para penumpangnya, namun juga tetap memperhatikan kenyamanan termasuk untuk
kalangan anak-anak.
“Salah
satunya bisa dilihat dari adanya fasilitas ramah anak seperti ruang menyusui
yang bisa dipakai untuk mengganti popok, juga adanya area bermain anak,” ucap Dadan.
Selain itu, kata
Dadan,sekarang semua KA telah terpasang AC, jadi anak-anak akan tetap merasa
nyaman, tidak kepanasan sepanjang perjalanan. “Sepanjang bulan Ramadan, tenant-tenant tetap buka, sehingga para
orangtua bisa membeli makanan untuk anak-anak selagi menunggu KA,” ujarnya.
Untuk menjamin keselamatan infant atau anak berumur 1-3
tahun, KAI juga telah menetapkan aturan mereka tetap ada tiketnya meskipun
dipangku oleh orangtua. Hal ini dimaksudkan agar menjamin asuransi perjalanan
mereka.
“Namun
KAI tetap mengimbau kepada para orangtua untuk mengawasi anak2nya selama di stasiun
maupun selama perjalanan di KA, terutama saat berada di lokasi-lokasi rawan seperti tangga di stasiun, peron, jalur rel
saat akan berpindah dari peron satu ke peron lainnya, dan area
di dekat pintu dan bordes di kereta,“ tutup
Dadan.
(TOP)




