PT Bank Central Asia Tbk dan entitas anak mencatatkan pertumbuhan kredit positif di tengah kondisi ekonomi yang masih dibayangi ketidakpastian global. Hingga Maret 2026, total kredit BCA naik 5,6% secara tahunan atau year on year menjadi Rp994 triliun, didorong oleh momentum Ramadan, Idulfitri, serta tingginya antusiasme masyarakat terhadap BCA Expoversary 2026.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan kinerja perseroan pada awal tahun ini turut ditopang oleh gelaran BCA Expoversary yang berlangsung sejak Februari 2026.
“Mengawali 2026, kinerja BCA dipengaruhi momentum Ramadan dan Idulfitri yang mendukung kinerja kredit. Tak hanya itu, BCA Expoversary 2026 yang dilaksanakan sejak Februari 2026 juga mendapatkan antusiasme tinggi dari nasabah dan masyarakat. Sejalan dengan itu, kami memperpanjang pelaksanaan BCA Expoversary hingga 30 April 2026,” ujar Hendra, Kamis (23/4).
Menurut Hendra, pihaknya optimistis menjaga kinerja tetap solid di tengah kondisi global yang dinamis melalui pengembangan berbagai lini bisnis secara pruden. Optimisme tersebut tercermin dari penyaluran kredit produktif yang menjadi penopang utama, mencapai Rp760,2 triliun atau tumbuh 7,8% YoY hingga akhir Maret 2026.
Dari sisi keberlanjutan, komitmen BCA terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG juga terus diperkuat. Penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 10,0% YoY menjadi Rp258,4 triliun, setara 26,0% dari total portofolio pembiayaan BCA.
Kredit UMKM menjadi salah satu pendorong dengan pertumbuhan 12% YoY dan outstanding mencapai Rp146 triliun, mencerminkan dukungan BCA pada berbagai sektor perekonomian nasional. Sementara itu, kredit hijau BCA tumbuh 7,7% YoY menjadi Rp113 triliun, salah satunya didukung penyaluran pembiayaan ke sektor Energi Baru dan Terbarukan yang naik signifikan 53,5% YoY.
Ekspansi kredit tersebut tetap diiringi manajemen risiko yang disiplin. BCA mencatatkan rasio loan at risk atau LAR di level 5,1% dan non performing loan atau NPL terjaga di 1,8%. Rasio pencadangan LAR dan NPL pun berada pada level solid, masing-masing 69,7% dan 174,6%.
Dari sisi pendanaan, total Dana Pihak Ketiga BCA mencapai Rp1.292,4 triliun, tumbuh 8,3% YoY. Kenaikan ini terutama didorong oleh dana giro dan tabungan atau CASA yang naik 11,2% YoY menjadi Rp1.089 triliun.
Porsi CASA mendominasi sekitar 85,2% dari total DPK BCA, sejalan dengan pengembangan perbankan transaksi BCA termasuk berbagai kanal digital dan non digital. Dengan penyaluran kredit dan penghimpunan dana tersebut, BCA dan entitas anak membukukan laba bersih Rp14,7 triliun pada kuartal I/2026.
Di sisi inovasi, BCA terus memperkuat layanan digital melalui aplikasi myBCA. Salah satu fitur terbaru adalah “Layanan Cabang” yang memudahkan nasabah melakukan pemesanan banknotes untuk diambil di cabang.
Penyetoran dan penarikan banknotes dalam mata uang USD dapat dilakukan di seluruh KCU dan KCP, sementara penarikan tunai valas lain seperti Chinese Yuan, Japanese Yen, Singapore Dollar, dan 15 mata uang lainnya dapat dilakukan di setiap KCU BCA. Fitur “Lifestyle” juga dihadirkan agar nasabah dapat memesan makanan melalui “UFood Delivery” langsung dari myBCA.
Tidak berhenti di segmen ritel, BCA juga menyasar pelaku usaha lewat peluncuran Ocean by BCA, portal bisnis digital terintegrasi.
“Ocean by BCA memungkinkan pelaku usaha mengakses dasbor bisnis terintegrasi, rekomendasi solusi dan akses langsung ke e-channel, serta help center dari satu platform. Kami turut menggandeng sejumlah mitra strategis, dengan harapan Ocean by BCA dapat membantu pelaku usaha mengelola bisnis mereka secara lebih efisien dan membuka peluang ekspansi usaha,” kata Hendra.
Penguatan tata kelola juga ditunjukkan lewat raihan dua sertifikat ISO berstandar internasional, yaitu ISO Privasi Data atau ISO 27701:2019 dan ISO Manajemen Kecerdasan Buatan atau ISO 42001:2023.
BCA menjadi bank pertama di Asia Tenggara yang memperoleh sertifikat ISO Manajemen Kecerdasan Buatan. Sertifikasi ISO 42001:2023 merupakan standar untuk memastikan pengembangan dan pemanfaatan Artificial Intelligence dilakukan secara etis, transparan, aman, dan bertanggung jawab.
Di ranah sosial, BCA di bawah payung Bakti BCA kembali menyalurkan beasiswa serta program pengembangan selama setahun bagi 700 mahasiswa dari 20 perguruan tinggi. Pada aspek pariwisata berkelanjutan, Bakti BCA mempromosikan paket perjalanan dari 11 desa wisata binaan pada ajang ITB Berlin.
Salah satu desa binaan, Desa Wisata Kampung Prai Ijing/Tebara, sukses meraih penghargaan di Asean Sustainable Tourism Awards 2026. Tahun ini, Bakti BCA juga kembali meluncurkan Genera-Z Berbakti, program call for proposal bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ide inovasi sosial.




