Rabu, Januari 14, 2026

Kuartal I-2020, PT Chandra Asri Petrochemical Alami Kerugian Bersih US$17 Juta

Must Read

Moneter.id

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mencatatkan rugi bersih
sebesar US$17 juta pada kuartal I-2020. Angka ini menurun dibandingkan
priode yang sama tahun lalu mencatatkan laba bersih US$17,6 juta.

Kata Direktur Chandra Asri Petrochemical, Suryandi, penurunan
terutama disebabkan oleh margin yang terkompresi sebesar US$ 78 juta dan
penurunan pendapatan bersih sebesar 13,7% menjadi US$ 476.8 juta dari US$
552.2 juta di kuartal I 2019.

“Akibat dari harga penjualan rata-rata produk yang
lebih rendah terutama untuk Olefins dan Polyolefins dengan volume penjualan
yang relatif stabil,” katanya, Minggu (7/6/2020). 

Kemudian,
lanjutnya, beban pokok pendapatan tetap stabil sebesar US$ 493.4 juta dari US$
490.3 juta di kuartal perta,a 2019 sebagian besar disebabkan oleh volume bahan
baku yang lebih tinggi sebagai akibat dari peningkatan kapasitas produksi dan
diimbangi oleh penurunan harga Naphtha menjadi rata-rata US$521/MT dari US$
533/MT di kuartal pertama 2019.

“Kinerja
kuartal I-2020 dibentuk oleh lingkungan makro yang menantang, margin petrokimia
yang ketat, dan pelemahan permintaan terutama di pasar domestik China karena
pandemi Covid-19,” ujarnya.

Lanjutnya, dengan posisi neraca yang kuat dan likuiditas
sebesar US$ 880 juta per 31 Maret 2020, termasuk US$ 624 juta kas dan setara
kas, Chandra Asri berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi krisis.

Sebelumnya Danareksa Sekuritas sudah memprediksi
kinerja keuangan TPIA bakal terkoreksi. Pasalnya, harga produk petrokimia
ambles ke titik terendah, seiring berkurangnya aktivitas manufaktur dunia
akibat pandemi Covid-19. Ini diperparah oleh ambruknya harga minyak dunia yang
menyeret produk turunan minyak.

Danareksa
menilai, kendati manufaktur melambat, Indonesia masih kekurangan pasokan produk
petrokimia. Saat ini, Chandra Asri menyumbangkan 40% pasokan domestik dan
pemain lain 40% dan sisanya impor.

Chandra Asri adalah pemain petrokimia terbesar
nasional. Perseroan menghasilkan olefin antara lain etilena dan propilena, yang
diolah menjadi poliolefin, polietilena (PE) dan polipropilena (PP). Perseroan
juga menghasilkan styrine monomer dan butadiena.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Indonesia – KOICA Kembangkan Sistem Metrologi Legal EVSE

Kementerian Perdagangan bersama Korean International Cooperation Agency (KOICA) meluncurkan proyek pengembangan sistem metrologi legal kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img