Selasa, Maret 3, 2026

Kunjungan Wisman ke Indonesia Capai 15,81 Juta, Naik 12,58 Persen di 2018

Must Read

Moneter.id – Badan Pusat Statistik (BPS) di Jakarta, Jumat
(1/2/2019) merilis jumlah kunjungan wisman ke Indonesia selama 2018 mencapai
15,81 juta atau mengalami kenaikan 12,58% dibandingkan periode yang sama tahun
2017 berjumlah 14,04 juta kunjungan.

Selama Desember 2018 total wisman yang berkunjung ke
Tanah Air sebanyak 1,41 juta orang atau naik 22,5% dibanding Desember 2017
sebanyak 1,15 juta.

Sementara itu menurut kebangsaan, kunjungan wisman
ke Indonesia selama 2018 terbanyak dari Malaysia mencapai 2,50 juta (15,83%)
dari total kunjungan sehingga berada di urutan teratas menggeser posisi wisman
dari Tiongkok sebanyak 2,14 juta (13,52%).

Tercatat lima
negara penyumbang wisman terbanyak ke Indonesia pada 2018 adalah  Malaysia sebanyak 2,50 juta kunjungan (15,83%),
Tiongkok 2,14 juta (13,525), Singapura 1,77 juta (11,19%), Timor Leste 1,76
juta (11,15%), dan Australia 1,30 juta (8,23%) wisatawan.

Sementara itu kunjungan wisman 2018 berdasarkan
wilayah pasar, wisman dari ASEAN memiliki persentase kenaikan paling tinggi
sebesar 20,60% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Kunjungan
wisman dari wilayah ASEAN pada 2018 sebanyak 5,45 juta atau tumbuh 20,60%
dibandingkan 2017 sebanyak 4,52 juta, sedangkan wilayah Asia selain ASEAN
sebanyak 5,84 juta atau tumbuh 14,11% dibandingkan tahun sebelumnya mencapai
5,12 juta.  

Sedangkan kunjungan wisman dari wilayah Timur Tengah
sebanyak 226,9 ribu atau minus 6,13% dibanding tahun lalu sebanyak 284,4 ribu
wisman, sedangkan dari wilayah Eropa sebanyak 2,008 juta atau tumbuh 1,76%
dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 1,97 juta kunjungan. Untuk wilayah
Amerika tercatat sebanyak 567,7 ribu atau tumbuh 5,71% dari tahun lalu sebanyak
537 ribu kunjungan.

Kunjungan
wisman dari wilayah Oseania (Australia, Selandia Baru, Papua Nugini, dan
Oseania lainnya) mencapai 1,57 juta atau tumbuh 4,43% dibandingkan tahun lalu
sebanyak 1,50 juta. Untuk wilayah Oseania, wisman Australia memberikan
kontribusi terbesar sebanyak 1,3 juta atau tumbuh 3,52% dibandingkan tahun 2017
sebanyak 1,25 juta kunjungan.

Sementara itu kunjungan wisman dari wilayah Afrika
ke Indonesia tahun 2018 tercatat sebanyak 88,6 ribu atau minus 2,82%
dibandingkan tahun lalu sebanyak 91,2 ribu kunjungan.

Jumlah wisman yang berkunjung tersebut tidak
mencapai dari target yang ditetapkan 17 juta sepanjang 2018. Namun dari sisi
pendapatan devisa, kontribusi sektor pariwisata selama 2018 diproyeksi
menunjukkan kenaikan yang signifikan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, upaya
meningkatkan kunjungan wisman ke Indonesia tahun ini yang ditarget 20 juta
orang dilakukan dengan menerapkan strategi super extra ordinary sebagai jurus
pamungkas. 

Jurus pamungkas tersebut mencakup tiga program yaitu
Border Tourism, Tourism Hub, dan Low Cost Terminal. “Border tourism harus kita
seriusi karena merupakan cara efektif untuk mendatangkan wisman dari
negara-negara tetangga,” kata Arief Yahya.

Selain itu, lanjut Menpar, dengan menerapkan program
tourism hub menjadi strategi layaknya menjaring di kolam tetangga yang sudah
banyak ikannya. “Maksudnya, wisman yang sudah berada di hub regional seperti
Singapura dan Kuala Lumpur ditarik untuk melanjutkan berlibur ke Indonesia,”
paparnya.

Sementara itu dalam program low cost terminal juga
diharapkan akan mendatangkan dampak positif. Menurut rencana Terminal 1 Bandara
Soekarno Hatta akan dikembangkan menjadi full LCCT penerbangan domestik dan
Terminal 2 full LCCT untuk penerbangan domestik dan internasional. Di sisi lain
Bandara Banyuwangi juga dikembangkan menjadi LCCT setelah melalui berbagai
proses pembenahan.

“LCC adalah senjata ampuh untuk mendorong
pertumbuhan jumlah wisman, dimana maskapai berbiaya rendah ini menyumbang
kontribusi peningkatan kunjungan wisman sebanyak 20%. LCC merupakan salah satu
penentu utama keberhasilan target kunjungan 20 juta wisman pada tahun 2019,”
kata Arief Yahya.


- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

BCA Alokasikan Dana Tunai Rp65,7 Triliun Guna Penuhi Kebutuhan Transaksi Ramadan dan Idulfitri 2026

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan kesiapannya dalam mendukung kelancaran transaksi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img