Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Agustus 2026 mencapai 1,60 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat 4,89 persen dibandingkan Juli 2026 secara month-to-month (m-to-m) dan naik 6,27 persen dibandingkan Agustus 2025 secara year-on-year (y-on-y).
Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 10,58 juta kunjungan. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 5,38 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Berdasarkan catatan BPS, pergerakan kunjungan wisman sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mengalami fluktuasi. Pada Januari tercatat sebanyak 1,19 juta kunjungan, kemudian turun menjadi 1,16 juta kunjungan pada Februari dan kembali menurun menjadi 1,09 juta kunjungan pada Maret. Setelah itu, jumlah kunjungan wisman terus meningkat sejak April hingga mencapai 1,60 juta kunjungan pada Agustus 2026.
Dari sisi pintu masuk, sebanyak 1,43 juta kunjungan wisman tercatat melalui pintu masuk utama, sedangkan 166,61 ribu kunjungan melalui pintu masuk perbatasan. Pintu masuk utama masih didominasi moda transportasi udara dengan kontribusi 80,91 persen, disusul angkutan laut sebesar 15,89 persen dan angkutan darat sebesar 3,20 persen.
Kunjungan wisman melalui jalur udara pada Agustus 2026 mencapai 1,16 juta kunjungan. Jumlah tersebut meningkat 4,64 persen dibandingkan Agustus 2025 dan naik 2,46 persen dibandingkan Juli 2026. Bandara Ngurah Rai Bali dan Bandara Soekarno-Hatta Banten menjadi pintu masuk udara dengan jumlah kunjungan wisman terbanyak, dengan kontribusi mencapai 87,09 persen atau sekitar 1,01 juta kunjungan.
Sementara itu, kunjungan wisman melalui jalur laut mencapai 227,72 ribu kunjungan. Jumlah tersebut meningkat 20,96 persen secara tahunan dan naik 24,51 persen dibandingkan Juli 2026. Pelabuhan Batam dan Tanjung Uban di Kepulauan Riau menjadi pintu masuk laut utama dengan kontribusi 90,75 persen atau sebanyak 206,66 ribu kunjungan.
Untuk moda transportasi darat, jumlah kunjungan wisman pada Agustus 2026 tercatat sebanyak 45,84 ribu kunjungan. Angka ini meningkat 18,43 persen dibandingkan Agustus 2025, meski turun 5,10 persen dibandingkan Juli 2026. Pintu masuk Atambua, Nusa Tenggara Timur, dan Lintas Batas Jayapura, Papua, menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 74,18 persen atau 34 ribu kunjungan.
Berdasarkan asal paspor, wisman pemegang paspor Malaysia menjadi kelompok terbesar yang berkunjung ke Indonesia pada Agustus 2026 dengan jumlah 296,23 ribu kunjungan atau 18,52 persen dari total kunjungan. Selanjutnya, wisatawan asal Australia tercatat 171,94 ribu kunjungan (10,75 persen), Tiongkok 162,57 ribu kunjungan (10,16 persen), dan Singapura 131,68 ribu kunjungan (8,23 persen).
Dari sisi pertumbuhan tahunan, wisman pemegang paspor Afrika mencatat kenaikan tertinggi sebesar 14,78 persen, disusul ASEAN sebesar 10,40 persen dan Oseania sebesar 7,95 persen. Sementara itu, kelompok pemegang paspor Eropa menjadi satu-satunya yang mengalami penurunan sebesar 3,07 persen dibandingkan Agustus 2025.
Adapun rata-rata lama tinggal wisman yang meninggalkan Indonesia pada Agustus 2026 tercatat selama 10,92 malam. Wisman pemegang paspor Eropa memiliki rata-rata lama tinggal terpanjang yakni 16,66 malam, sedangkan kelompok ASEAN memiliki rata-rata lama tinggal terpendek selama 4,46 malam.
Berdasarkan negara pemegang paspor, rata-rata lama tinggal terlama tercatat pada wisman asal Yaman dengan 23,74 malam, sementara yang terpendek berasal dari Timor Leste dengan rata-rata 2,62 malam.




