Selasa, Maret 3, 2026

Laba Bersih BTPN Naik 17 Persen di Semester I/2018

Must Read

Moneter.id – PT Bank
Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) membukukan laba bersih Rp 1,09 triliun pada
semester I/2018.
 Laba ini meningkat 17%
dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 935 miliar.

Sementara, kinerja
laba tersebut dipengaruhi oleh peningkatan efisiensi yang mengandalkan
transformasi dan inovasi digital. Hasil, adanya penurunan biaya operasional
sebesar 12% (yoy), dari Rp 2,73 triliun pada Juni 2017 menjadi Rp 2,4 triliun
pada Juni 2018.

Hal ini berdampak pada
rasio biaya terhadap pendapatan (cost to income ratio/CIR) yang mencatatkan
penurunan dari 63% menjadi 54% pada kurun yang sama.

”Meski lebih
efisien, bukan berarti kualitas pelayanan kami menjadi turun. Kami lebih
efisien berkat transformasi dan inovasi teknologi digital yang kami kembangkan
sejak 2015 silam. Dengan mengoptimalkan platform teknologi dan terus
berinovasi, kami optimistis akan semakin kompetitif di industri ini,” kata
Jerry Ng, Direktur Utama BTPN di Jakarta, Rabu (18/7).

Jerry menambahkan, inovasi
yang diwujudkan melalui produk-produk baru berbasis digital dan investasi untuk
membangun platform BTPN Wow! dan Jenius telah mulai memberikan hasil.Hingga
akhir Juni 2018, BTPN Wow! telah memiliki 5,24 juta nasabah yang dilayani oleh
lebih dari 213.000 agen, sementara jumlah pengguna Jenius telah mencapai lebih
dari 700.000 nasabah.

Sedangkan transformasi
digulirkan dengan mengubah konsep pelayanan nasabah dari bank-centric, menjadi
customer-centric
. Perubahan tersebut tecermin pada penggunaan platform digital (digitalisasi) dalam existing business yang mencakup
pengembangan alternative channels,
integrasi cabang, otomasi proses, transformasi infrastruktur IT, dan pelatihan
(retraining) karyawan.

”Melalui
transformasi digital ini, jaringan layanan nasabah bertambah luas dengan
kualitas yang tetap terjaga, meski jumlah kantor cabang berkurang dan
organisasi menjadi lebih ramping,” kata Jerry.

Sementara untuk penyalurkan
kredit sebesar Rp 67,8 triliun pada akhir Juni 2018, naik 2% dibandingkan
dengan setahun lalu. Sementara itu nilai aset tumbuh 3% menjadi Rp 99,9
triliun.

Penyaluran
kredit tetap diimbangi dengan asas kehati-hatian yang tecermin dari tingkat
rasio kredit bermasalah (non-performing
loan
/NPL) sebesar 1,13%. Adapun rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 24,1%.

 

 

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Lebaran Jadi Titik Balik Finansial, Pencarian Rumah Melonjak Usai Hari Raya

Narasi mengenai tantangan Generasi Z dan Milenial dalam memiliki hunian pribadi kian mengemuka sebagai isu krusial. Kekhawatiran ini bukan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img