Rabu, Juli 8, 2026

Laba Bersih Konsolidasi BCA Naik 8,6 Persen di Triwulan I/2020

Must Read

Moneter.id

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membukukan laba bersih secara konsolidasi hingga
akhir triwulan I/2020 sebesar Rp6,6 triliun. Capaian ini meningkat 8,6% (yoy) dibandingkan periode yang sama
tahun sebelumnya.

BCA mencatat pertumbuhan pendapatan operasional yang
tinggi sebesar 17,3% (yoy) menjadi
Rp19,6 triliun didukung oleh pertumbuhan kredit dan kinerja CASA.

“Posisi keuangan yang kokoh menjadi fondasi kuat bagi
kami menghadapi ketidakpastian akibat pandemi COVID-19,” kata Presiden Direktur
BCA Jahja Setiaatmadja di Jakarta, Rabu (27/5/2020).

Portofolio kredit BCA tumbuh 12,3% (yoy) menjadi Rp612,2 triliun per Maret
2020 didukung oleh kredit korporasi yang meningkat 25,4% (yoy) menjadi Rp260,4 triliun.

Kredit komersial dan UKM naik 5% (yoy) menjadi Rp191,2 triliun, sedangkan kredit konsumer tumbuh 3% (yoy) menjadi Rp154,9 triliun sejalan
dengan tren pertumbuhan pembelian rumah dan otomotif yang melambat.

Pada segmen kredit konsumer, KPR tumbuh 7% menjadi
Rp92,5 triliun, KKB turun 2,1% (yoy)
menjadi Rp47,2 triliun, dan outstanding kartu kredit turun 3,7% (yoy) menjadi Rp12,4 triliun.

Pada periode yang sama, pembiayaan syariah meningkat
19,8% (yoy) menjadi Rp5,7 triliun,
sedangkan dari portofolio pembiayaan untuk kegiatan usaha berbasis lingkungan
mencapai Rp118,6 triliun pada akhir Maret 2020 atau tumbuh 17% (yoy).

Sementara itu untuk dana CASA BCA tumbuh 17,3% (yoy) yaitu mencapai Rp568,5 triliun pada
Maret 2020 dan berkontribusi sebesar 76,7% dari total dana pihak ketiga.

Jumlah rekening juga menunjukkan tren kenaikan yakni
sebesar 13,7% (yoy) atau mencapai 22
juta rekening karena didukung layanan pembukaan rekening online.

Untuk deposito tumbuh sebesar 15,1% (yoy) yaitu mencapai Rp172,5 triliun
meskipun terdapat tren penurunan suku bunga deposito, sementara total dana
pihak ketiga meningkat 16,8% (yoy)
menjadi Rp741 triliun. “Posisi likuiditas tetap kokoh dengan rasio LDR sebesar
77,6%,” ujarnya.

Dari sisi profitabilitas laba sebelum provisi dan
pajak mencatat pertumbuhan 17,4% (yoy)
yakni mencapai Rp10,1 triliun yang ditopang oleh peningkatan pendapatan
operasional sebesar 17,3% (yoy).

Pertumbuhan pendapatan operasional tersebut didukung
oleh pendapatan bunga bersih yang meningkat 14,1% (yoy) menjadi Rp13,7 triliun dan pendapatan operasional lainnya yang
naik 25,5% (yoy) menjadi Rp5,9
triliun. “Beban operasional tumbuh 17,2% (yoy),”
katanya.

Laba bersih triwulan pertama Rp6,6 triliun mendorong
posisi permodalan BCA dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 22,5% dan
rasio NPL terjaga di level 1,6% pada akhir Maret 2020.

Kemudian beban provisi meningkat 121,9% (yoy) sejalan dengan antisipasi terhadap
tantangan pelemahan kualitas kredit, rasio pengembalian terhadap aset (ROA) 3,2%,
serta rasio pengembalian terhadap ekuitas (ROE) sebesar 15,6%.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

DPLK Digital Sinarmas AM Bidik Generasi Muda, Kejar 15.000 Peserta hingga Akhir 2026

PT Sinarmas Asset Management (Sinarmas AM) memperluas bisnis pengelolaan investasi dengan meluncurkan Dana Pensiun Lembaga Keuangan Sinarmas Asset Management...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img