Selasa, Maret 3, 2026

Laba BTN Tumbuh 59,87 Persen di Semester I/2022

Must Read

MONETER
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencetak laba Rp1,47 triliun pada
semester I/2022. Laba ini tumbuh 59,87 persen dibandingkan periode yang sama
tahun sebelumnya Rp920 miliar.

 

“Pencapaian tersebut merupakan buah dari transformasi
yang dilaksanakan seluruh jajaran BTN dalam mencapai target bisnis yang telah
ditetapkan,” kata Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo, Kamis (15/9/2022).

 

Kata Haru, kenaikan laba bersih perseroan ditopang
oleh keberhasilan Bank BTN menjalankan inisiatif strategis di semester I/2022
antara lain peningkatan penyaluran kredit, biaya dana (cost of fund) yang berhasil ditekan seiring dengan peningkatan
penghimpunan dana murah ditambah, juga dengan suksesnya Bank BTN melakukan
perbaikan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang terus
menurun.

 

Haru menjelaskan, sepanjang periode Januari-Juni 2022,
perseroan berhasil menyalurkan kredit mencapai Rp286,152 triliun meningkat 7,61%
dari posisi yang sama tahun lalu senilai Rp265,907 triliun. Penyaluran kredit
perumahan masih mendominasi total kredit perseroan pada semester I/2022.

 

Ada pun kredit perumahan yang disalurkan Bank BTN
hingga akhir Juni 2022 mencapai Rp251,914 triliun. Dari jumlah tersebut, KPR
Subsidi pada semester I/2022 masih mendominasi dengan nilai sebesar Rp137,255
triliun, tumbuh 8,68% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai
Rp126,297 triliun.

 

Sedangkan KPR Non Subsidi tumbuh 5,84% menjadi
Rp85,305 triliun pada semester I 2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu
sebesar Rp80,598 triliun.

 

“Kami memacu kredit dengan sangat memperhatikan
prinsip kehati hatian. Maka itu, rasio kredit bermasalah kami terus membaik.
NPL Gross pada semester I/2022 ini berada pada level 3,54%, lebih rendah dari
sebelumnya di level 4,1%. Sedangkan NPL Nett sebesar 1,04%, turun dari posisi
1,87%,” kata Haru.

 

Kenaikan kredit berdampak pada pendapatan bunga bersih
atau net interest income (NII) yang
tumbuh 35,97% pada semester I/2022 menjadi Rp7,74 triliun dibandingkan periode
yang sama tahun lalu sebesar Rp5,69 triliun.

 

Lonjakan NII tersebut membuat rasio net interest margin (NIM) Bank BTN juga
mengalami kenaikan dari 3,41% pada akhir Juni 2021 menjadi 4,58% pada semester
I/2022.

 

Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), perseroan pada
semester I/2022 perolehan DPK Bank BTN mencapai Rp307,309 triliun, naik 2,99%
dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp298,378 triliun.

 

Dari jumlah tersebut perolehan dana murah atau CASA
mencapai Rp137,453 triliun, naik sebesar 22,95% dibandingkan akhir Juni 2021
sebesar Rp111,798 triliun.

 

“Kenaikan CASA yang cukup tinggi tersebut membuat
kontribusi dana murah mengalami kenaikan menjadi 44,73% dari total DPK Bank BTN
pada semester I 2022,” ujar Haru.

 

Haru menambahkan, kenaikan dana murah Bank BTN
berhasil menekan biaya dana atau cost of
fund
Bank BTN pada semester I/2022 menjadi 2,35% dibandingkan periode yang
sama tahun lalu sebesar 3,45%.

 

Fokus Bank BTN dalam menggenjot perolehan dana murah
dan memangkas dana mahal, telah membuat total deposito perseroan mengalami
penurunan 8,96% menjadi Rp169,86 triliun pada semester I/2022 dibandingkan
periode yang sama tahun lalu sebesar Rp186,58 triliun.

 

Sejalan dengan pertumbuhan bisnis konvensional, laba
bersih Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN atau BTN Syariah juga tumbuh positif
pada semester I 2022. Laba bersih UUS BTN tersebut tercatat melonjak 118,06%
dari Rp87,54 miliar pada semester I/2021 menjadi Rp190,9 miliar pada periode
yang sama tahun ini.

 

Capaian positif BTN Syariah tersebut didukung
pertumbuhan bisnis yang stabil. Pada semester I/2022, pembiayaan syariah
tercatat tumbuh 8,86% menjadi Rp29,24 triliun dibandingkan akhir semester I/2021
sebesar Rp26,86 triliun.

 

Sementara total DPK yang berhasil dihimpun BTN Syariah
mencapai Rp30,49 triliun, tumbuh 13,37% dibandingkan periode yang sama tahun
lalu sebesar Rp26,89 triliun. Dengan capaian tersebut, aset BTN Syariah berhasil
tumbuh 13,78% menjadi Rp40,35 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu
sebesar Rp35,46 triliun.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Lebaran Jadi Titik Balik Finansial, Pencarian Rumah Melonjak Usai Hari Raya

Narasi mengenai tantangan Generasi Z dan Milenial dalam memiliki hunian pribadi kian mengemuka sebagai isu krusial. Kekhawatiran ini bukan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img