MONETER
–
Perusahaan pembiayaan otomotif dan multiguna, PT Mandiri Tunas Finance (MTF) membukukan
laba sebesar Rp750 miliar atau naik 205 persen dari laba 2021 sebesar Rp245
miliar. Hal ini menyusul meningkatnya jumlah total pembiayaan yang mencapai
Rp27,8 triliun.
Kata Direktur Utama MTF Pinohadi G Sumardi, kualitas
kredit MTF juga semakin baik dengan kredit bermasalah (NPL) hanya sebesar 0,71 persen.
“Kita optimis menyongsong tahun 2023, siap
menghadapi tantangan serta berkompetisi pada dunia industri pembiayaan serta
mewujudkan mimpi menjadi perusahaan pembiayaan nomor 1 di Indonesia,” kata
Pinohadi.
Sementara dari sisi return on asset (ROA) dan return on equity
(ROE) menjadi semakin baik yaitu ROA sebesar 4,50 persen serta
ROE sebesar 28,14 persen.
Tercatat per Desember 2022, total pendapatan yang
berhasil diraih MTF mengalami kenaikan sebesar 18 persen dibandingkan periode
sama tahun sebelumnya.
Pencapaian MTF tahun ini tak lepas dari beberapa
strategi yang telah dilakukan MTF di antaranya optimalisasi bisnis captive market melalui
peningkatan kolaborasi Mandiri Group, akselerasi bisnis berbasis dealership serta
diversifikasi bisnis dan optimalisasi database.
Kesuksesan ini pun tentunya tak lepas dari kerja
keras seluruh tenaga pelayanan pelanggan di seluruh Indonesia serta kepercayaan
pelanggan terhadap MTF sebagai perusahaan pembiayaan pilihan. Dengan dukungan
dari induknya Bank Mandiri, MTF terus tumbuh secara konsisten dan fokus
melayani pelanggan melalui pembiayaan di sektor otomotif dan multiguna.
Pembiayaan yang diberikan meliputi pembiayaan mobil
baru, motor besar, kendaraan niaga, alat berat, dan multiguna. Saat ini MTF
melayani pelanggan melalui 99 kantor cabang yang tersebar di 32 provinsi di
seluruh Indonesia.




