Jumat, Oktober 2, 2026

Laba Rp543,65 Miliar, Teladan Prima Agro Bagikan Dividen Interim Rp258,93 Miliar

Must Read

PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) menetapkan dividen interim Tahun Buku 2026 sebesar Rp20 per saham dengan total nilai Rp258,93 miliar. Pembagian dividen tersebut dilakukan setelah perseroan membukukan kinerja positif pada semester I/2026.

Keputusan pembagian dividen interim ditetapkan melalui Surat Keputusan Direksi No. 122/SK-DIR/TPA/X/2026 dan telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris pada 1 Oktober 2026.

Teladan Prima Agro akan membagikan dividen kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 14 Oktober 2026. Adapun pembayaran dividen dijadwalkan pada 22 Oktober 2026.

Untuk perdagangan di pasar reguler dan negosiasi, cum dividend ditetapkan pada 12 Oktober 2026 dan ex dividend pada 13 Oktober 2026. Sementara untuk pasar tunai, cum dividend berlangsung pada 14 Oktober 2026 dan ex dividend pada 15 Oktober 2026.

Kebijakan pembagian dividen tersebut sejalan dengan capaian operasional perseroan sepanjang enam bulan pertama 2026. Teladan Prima Agro mencatatkan pendapatan Rp2,71 triliun, tumbuh 6,5% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, EBITDA perseroan mencapai Rp904,30 miliar atau meningkat 3,8% secara tahunan. Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar Rp543,65 miliar.

Pertumbuhan pendapatan terutama ditopang oleh peningkatan volume penjualan dan harga jual rata-rata komoditas utama perseroan, yakni Crude Palm Oil (CPO), Palm Kernel (PK), dan Crude Palm Kernel Oil (CPKO).

Perseroan menyatakan peningkatan biaya produksi menjadi salah satu tantangan sepanjang semester pertama tahun ini. Namun, pengelolaan operasional yang disiplin membuat Teladan Prima Agro tetap mampu mempertahankan tingkat profitabilitas.

“Pembagian dividen interim ini merupakan bentuk komitmen Perseroan dalam memberikan imbal hasil kepada pemegang saham, sejalan dengan kinerja usaha yang tetap terjaga,” ujar Direktur Utama PT Teladan Prima Agro Tbk Wishnu Wardhana.

Menurut Wishnu, perseroan tetap berupaya menjaga pertumbuhan bisnis agar berjalan beriringan dengan agenda keberlanjutan. Strategi tersebut dilakukan melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi serta penerapan praktik agrikultur berbasis teknologi dan data.

“Di sisi lain, kami terus memastikan bahwa pertumbuhan bisnis berjalan selaras dengan upaya memperkuat keberlanjutan, melalui peningkatan produktivitas, efisiensi, serta penerapan praktik agrikultur yang berbasis teknologi dan data,” katanya.

Dalam jangka panjang, Teladan Prima Agro juga mengoptimalkan teknologi dan data sains untuk meningkatkan kualitas praktik agrikultur, memperkuat pengambilan keputusan berbasis data, serta memonitor penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG).

Perseroan menilai pendekatan tersebut penting untuk menjaga keseimbangan antara pencapaian profitabilitas dan penguatan fundamental bisnis. Dengan strategi tersebut, perusahaan berupaya mempertahankan pertumbuhan sekaligus memperkuat ketahanan bisnis perkebunan kelapa sawit dalam jangka panjang.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Inflasi Pangan Naik, BI Sebut Harga Tetap dalam Sasaran 2026

Tekanan harga pangan menjadi salah satu sorotan dalam perkembangan inflasi Indonesia pada September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img