Rabu, Maret 4, 2026

Laba Sebelum Pajak Bank Muamalat Tumbuh 90,7% Pada Sembilan Bulan Pertama 2023

Must Read

Moneter.id – Jakarta
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
mencatatkan
laba
sebelum pajak tumbuh sebesar 90,7% year
on year
(yoy) dari Rp40,5 miliar per 30 September 2022 menjadi Rp77,3
miliar per 30 September 2023.

Direktur Utama Bank
Muamalat Indra Falatehan mengatakan, peningkatan laba tersebut salah satunya
didorong oleh pendapatan komisi yang tumbuh double
digit
sebesar 20,8% (yoy).

Aset
Bank Muamalat juga tumbuh sebesar 10,7% (yoy) dari Rp59,8 triliun per 30
September 2022 menjadi Rp66,2 triliun per 30 September 2023. Pertumbuhan aset
ini ditopang oleh peningkatan penyaluran pembiayaan yang tumbuh 22,4% (yoy)
menjadi Rp21,7 triliun.

“Raihan aset ini
merupakan
yang terbesar sepanjang sejarah bank
pertama murni syariah ini berdiri. Hal ini juga sejalan dengan pertumbuhan laba
yang signifikan hingga hampir dua kali lipat. Tentu saja ini adalah hal yang menggembirakan
dan merupakan bagian dari rencana Bank Muamalat menuju
pertumbuhan bisnis yang sehat dan profit berkesinambungan,” ujarnya diketerangan resmi yang diterima Moneter.id, Selasa (31/10/2023).

Adapun Dana Pihak
Ketiga (DPK) Bank Muamalat tumbuh positif sebesar 6,9% (yoy) menjadi Rp48,1
triliun per 30 September 2023. Peningkatan ini didukung oleh kenaikan dana
murah atau Current Account and Saving Account
(CASA) yang meningkat 2,7% (yoy). Kenaikan terbesar terjadi pada giro yang
tumbuh sebesar 13,0% (yoy).

Per 30 September
2023, total modal Bank Muamalat tercatat sebesar Rp6,9 triliun dengan rasio
kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR)
sebesar 28,67%, berada jauh di atas ambang batas ketentuan regulator. Adapun
kualitas pembiayaan juga positif dimana rasio Non Performance Financing (NPF)
net turun dari 0,65% per 30 September 2022 menjadi 0,43% pada akhir September
2023.

Sementara untuk meningkatkan
pertumbuhan bisnis yang sehat, Bank Muamalat memacu bisnis pembiayaan di segmen
konsumer yang ditujukan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN).

Strategi
bisnis ini dijalankan pasca penunjukan Bank Muamalat sebagai Bank Penyalur Gaji
(BPG) atau payroll oleh Kementerian
Keuangan. Dengan penunjukan ini, Bank Muamalat dapat menjalin kerja sama serta
memberikan layanan penyaluran gaji dan fasilitas perbankan bagi ASN di lingkup
instansi milik Negara
,” kata Indra.

Selain itu, Indra menambahkan, pihaknya juga terus memaksimalkan penetrasi
aplikasi mobile banking Muamalat DIN
untuk menumbuhkan dana murah.

Per 30 September 2023, total CASA melalui Muamalat
DIN tercatat
sekitar Rp8,6 triliun.
J
umlah pengguna Muamalat
DIN
juga terus tumbuh yang mencapai lebih dari 460 ribu user
per akhir
September 2023
.

Untuk menunjang penetrasi tersebut, sejumlah
fitur baru Muamalat DIN telah diluncurkan, di antaranya tarik tunai tanpa kartu
di Indomaret. Inovasi tersebut dilanjutkan dengan mobile cash yang merupakan fitur tarik dan setor tunai menggunakan
Muamalat DIN melalui teller atau dikenal dengan in branch tanpa harus
membawa dokumen dan tanpa mengisi formulir atau paperless.

Belum lama ini, Bank Muamalat juga menjalin
kerja sama layanan digital dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dimana
nasabah Bank Muamalat dapat melakukan isi ulang (top up) di kartu uang elektronik BNI TapCash melalui aplikasi
Muamalat DIN.

Selain Muamalat DIN, utilisasi layanan internet banking Madina atau Muamalat Digital Integrated Access juga ditingkatkan. Per 30 September 2023, total
dana murah melalui
Madina
mencapai sekitar
Rp6,1 triliun
dengan total nasabah non individu sekitar 34.000.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Lebaran Jadi Titik Balik Finansial, Pencarian Rumah Melonjak Usai Hari Raya

Narasi mengenai tantangan Generasi Z dan Milenial dalam memiliki hunian pribadi kian mengemuka sebagai isu krusial. Kekhawatiran ini bukan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img