Moneter.id – Managing
Director Lamudi.co.id, Mart Polman menyatakan, bahwa rencana
pemindahan Ibukota bisa berdampak positif terhadap bisnis properti di Jakarta,
karena walaupun tidak menjadi Ibukota lagi, Jakarta akan tetap menjadi pusat
ekonomi. Sehingga aktivitas jual beli properti tidak akan terganggu dengan
masalah politik dan pemerintahan.
“Khusus
untuk properti kelas atas memang sangat berpengaruh terhadap kondisi politik
dan ekonomi, jadi jika Ibukota berpindah maka bisnis jual beli properti untuk
segmen atas akan tetap terjaga,“ kata Mart disiaran pers yang diterima
Moneter.id, Kamis (02/05).
Mart meyakini
bahwa kebutuhan hunian di Jakarta akan tetap tinggi, karena kota ini memiliki
pasar properti yang sudah terbentuk, terutama untuk segmen hunian vertikal yang
terkoneksi dengan moda transportasi LRT, busway dan MRT.
Selain
Jakarta, Mart menilai dampak positif juga akan dirasakan pada daerah yang
dipilih sebagai Ibukota baru, karena nantinya disana akan dibangun beragam
hunian dan infrastruktur baru yang dapat mendorong meningkatnya pasar properti.
“Kebijakan pemindahan Ibukota menjadi sangat penting.
Namun, sebelum ditentukan, pemerintah tentunya perlu melakukan berbagai kajian
mendalam karena selain akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, kesiapan
infrastruktur juga akan menjadi salah satu pertimbangan mendasar.” ujar
Mart.
Sekadar
catatan, berdasarkan data Lamudi.co.id, saat ini Jakarta menjadi kota
paling favorit dicari oleh pencari rumah dengan area pencarian terbanyak berada
di kawasan Jakarta Selatan.
Rata-rata
harga rumah di Jakarta yang paling murah dijual Rp 11 juta per meter persegi,
sementara termahal bisa mencapai Rp 62 juta per meter persegi.




