Moneter.id – Bank
Bukopin melalui layanan Layanan Bukopinet ditargetkan dapat menembus sekitar 20
juta transaksi dengan nominal mencapai hingga Rp6 triliun per bulan. Bukopinet
juga telah memiliki jaringan hingga 30.000 agen atau loket di seluruh Indonesia
dengan melayani 300 transaksi per detik.
“Layanan tersebut membukukan transaksi pembayaran
tagihan lebih dari Rp3 triliun per bulan,” kata Direktur Konsumer Bank
Bukopin Rivan A Purwantono, Sabtu (8/12).
Ia menjelaskan, dari total transaksi pembayaran listrik di
Indonesia yang mencapai 40-45 juta kali dalam sebulan sekitar 12-13 juta
transaksi di antaranya dilakukan melalui Bukopinet.
“Inovasi yang dilakukan pada Bukopinet dibandingkan
dengan layanan PPOB sebelumnya terletak pada sisi mobiilitas, dimana jika
sebelumnya layanan hanya dapat diakses melalui loket PPOB, kini juga dapat
dilakukan secara mobile melalui aplikasi di smartphone,” jelasnya.
Namun
demikian, lanjut Rivan, layanan melalui loket masih dipertahankan karena
kedekatan dinilai menjadi poin penting dalam bisnis payment
point.
Bukopinet merupakan rebranding dari layanan Payment Point
Online Bukopin (PPOB) yang telah dirintis Bank Bukopin sejak tahun 2007. Fitur
layanan payment point kini tersedia
melalui platform Bukopinet. Selain berbasis web, Bukopinet saat
ini juga tersedia dalam bentuk mobile.
Identitas
baru PPOB menjadi Bukopinet merupakan bagian dari upaya reposisi dan
peningkatan awareness bisnis PPOB
sehingga dapat tetap kompetitif dalam memasuki era milenial.
Layanan
Bukopinet mendapatkan penghargaan Marketeers Editor’s Choice Award 2018 (MECA
2018) untuk kategori “The Breakthrough Digital Banking Product of The
Year”. MECA 2018 merupakan penghargaan yang diberikan kepada perusahaan
dan pemilik merek di Indonesia yang melakukan strategi pemasaran dengan cara
khusus.
“Memasuki era digital yang ditandai dengan maraknya
bisnis e-commerce, persaingan antarbank pada bisnis berbasis fee
based juga semakin ketat. Salah satu strategi yang digunakan Bank
Bukopin untuk menghadapi kompetisi ini adalah dengan melakukan rebranding
layanan PPOB,” ujarnya.




