Selasa, Februari 3, 2026

Lebih dari Sekadar Komunikasi, Pendidikan Bilingual Jadi Kunci Kecerdasan Kognitif Anak

Must Read

Dalam era globalisasi, kemampuan berbicara lebih dari satu bahasa kini bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan sebuah kebutuhan dasar. Studi terbaru mengungkap bahwa pendidikan dwibahasa (bilingual) memiliki dampak yang jauh lebih dalam daripada sekadar kemahiran berbicara; ia adalah stimulan kuat bagi perkembangan otak dan prestasi akademik anak.

​Sebuah penelitian yang melibatkan 250 siswa sekolah dasar menunjukkan hasil yang signifikan. Sekitar 68% siswa dalam program bilingual berhasil meraih nilai di atas 70 pada mata pelajaran yang diajarkan dalam bahasa kedua. Menariknya, keunggulan ini tidak mengganggu pemahaman mereka pada bahasa utama, di mana 60% siswa juga sukses pada mata pelajaran dalam bahasa ibu.

​Data ini mematahkan mitos bahwa mempelajari bahasa baru akan membingungkan anak. Sebaliknya, paparan dua sistem bahasa justru melatih otak untuk bekerja lebih efisien dibandingkan anak-anak di lingkungan monolingual.

​Menurut Jessie Su, Academic Director WonderMind, penguasaan dua bahasa adalah fondasi akademik yang kuat. Beberapa manfaat kognitif utama meliputi:

  • ​Peningkatan Critical Thinking: Anak lebih tajam dalam menganalisis situasi.
  • ​Fungsi Eksekutif: Melatih kemampuan mengatur perhatian, mengingat informasi (memory retention), dan pemecahan masalah (problem solving).
  • ​Adaptabilitas: Otak anak bilingual terbiasa beralih konteks dengan cepat, yang berdampak pada efisiensi kerja otak secara keseluruhan.

​”Dengan literasi yang baik, anak menjadi lebih siap menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi, baik secara akademik maupun mental,” tambah Jessie.

​Meski manfaatnya melimpah, keberhasilan pendidikan bilingual sangat bergantung pada ekosistem yang mendukung. Kurikulum yang terstruktur, guru yang kompeten, serta keterlibatan aktif orang tua adalah pilar utama.

​Menjawab kebutuhan tersebut, Elon Han, CEO WonderMind, menekankan pentingnya memilih kursus yang berkualitas, terutama untuk bahasa Inggris dan Mandarin bagi anak Indonesia.

​”Kami merancang kurikulum kelas dunia yang dibuat khusus untuk anak Indonesia. Metode yang tepat akan membantu mereka menggapai mimpi di masa depan dengan hasil yang nyata,” tegas Elon.

​Memasukkan anak ke lingkungan belajar bilingual bukan hanya tentang mengajari mereka kosakata baru, tetapi memberikan “senjata” kognitif untuk masa depan mereka. Dengan metode pengajaran yang tepat dan sesuai kemampuan, anak-anak akan tumbuh menjadi individu yang lebih kritis, fokus, dan siap bersaing di kancah internasional.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Indonesia–Aljazair Jajaki Kolaborasi Pariwisata, Perkuat Pasar Afrika Utara

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membuka peluang kerjasama pariwisata sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Aljazair. Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img