Rabu, Maret 4, 2026

Lebih Ringkas, Bhinneka Optimis Tatap Bisnis Online di 2017

Must Read

Moneter.co.id – Memasuki tahun 2017, Bhinneka.com kini hadir dengan nama yang lebih ringkas yakni, Bhinneka. Dengan perubahan ini, Bhinneka optimistis tahun ini dapat meningkatkan jumlah pelanggan korporasi hingga 25% dibandingkan tahun lalu.

Perubahan nama mengambarkan semangat dan optimisme Bhinneka dalam menjalani sektor bisnis online retail pada 2017. Dalam merealisasikan hal itu, Bhinneka melakukan inovasi layanan dengan memperluas dan memperkuat jaringan offline store yang akan bertambah lima hingga sepuluh gerai di 2017 ini.

Founder dan CEO Bhinneka, Hendrik Tio, dalam keterangan resminya, Minggu (26/3) mengatakan, di usia ke-24 ini, Bhinneka harus bisa membuktikan bahwa kami bisa tetap relevan dengan pasar dan industri, baik sebagai perusahaan maupun e-commerce. Sebagai e-commerce, Bhinneka harus selalu update dan beradaptasi terhadap tren baik dari sisi produk, pelayanan, juga perkembangan teknologi yang digunakan,” ujar .

Secara langsung, rencana pengembangan bisnis Bhinneka di lini offline juga untuk mendukung pencapaian pada 2015 dan 2016 lalu.

Sekedar informasi, pada tahun 2015 Bhinneka menjadi e-Commerce pertama yang bermitra dengan pemerintah. Melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP), Bhinneka bergabung pada platform online untuk belanja anggaran pemerintah. Apalagi di tahun yang sama, Bhinneka mendapatkan investasi pertama dari Ideosource.

“Sejauh ini, Bhinneka telah melayani pengadaan barang atau jasa untuk 136 instansi termasuk kementerian, lembaga tingkat provinsi, kabupaten, dan kota,” tambah Hendrik.

Selain itu, untuk memudahkan kolaborasi bisnis antara Bhinneka dengan klien korporasi, Bhinneka menghadirkan platform “Bhinneka Bisnis”.

“Hingga akhir 2016, Bhinneka telah menjadi partner penyedia produk untuk 4 ribu korporasi yang terdiri dari SMB (Small Medium Businesses) dan Enterprise. Pada 2017 ini, Bhinneka berencana meningkatkan presentasi pendapatan dari B2B hingga mencapai 40% dari total. Tahun ini, kami yakin terjadi peningkatan jumlah pelanggan korporasi hingga 25% dibandingkan 2016,” tutup Hendrik.

(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Spotify Ungkap Perubahan Pola Konsumsi Audio Masyarakat Indonesia Selama Ramadan

Kebiasaan mendengarkan masyarakat Indonesia mengalami transformasi signifikan seiring dengan datangnya bulan suci Ramadan. Berdasarkan data terbaru dari Spotify, aliran...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img