Kamis, Januari 15, 2026

Lima Produk Ekspor Indonesia Bebas Tarif Bea Masuk ke AS

Must Read

Moneter.id – Lima produk ekspor Indonesia berhasil
mendapatkan kembali fasilitas sistem tarif preferensial umum
atau
Generalized System of
Preference
(GSP) dari Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan laman resmi
United States Trade Representative (USTR),
kelima
produk tersebut adalah plywood bambu laminasi (HS 44121005); plywood kayu tipis
kurang dari 66 mm (HS 44123141155); bawang bombai kering (HS 09082220); sirup
gula, madu buatan, dan karamel (HS 17029052); serta barang rotan khusus untuk
kerajinan tangan (HS 46021223).

“Hasil
positif ini tidak terlepas dari submisi tertulis secara resmi yang disampaikan
Pemerintah RI melalui Kemen
terian Perdagangan.
Selain itu, Pemerintah RI yang diwakili Atase Perdagangan juga hadir dalam
dengar pendapat di Washington D.C. guna memberikan pembelaan bagi produk-produk
Indonesia yang dinilai kelayakannya oleh AS untuk mendapatkan GSP,”
kata
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto
di Jakarta, Selasa
(29/10)
.

Agus
menyampaikan, USTR melalui Komisi Perdagangan Internasional AS (United States
International Trade Commission/USITC) telah melakukan penilaian terhadap produk
ekspor yang mendapatkan fasilitas GSP sejak April 2019. Proses penilaian
dilakukan terhadap negara-negara mitra AS seperti Pakistan, Thailand, Brasil,
Ekuador, Brasil, dan Indonesia.

Menurut
Mendag Agus, AS melakukan penilaian terhadap enam produk ekspor asal Indonesia.
Dari keenam produk tersebut, hanya produk asam stearat (HS 38231100) yang tidak
lagi mendapatkan tarif preferensi. Hal ini dikarenakan nilai ekspornya telah
melebihi batas ketentuan kompetitif (competitive needs limitations/CNL).

Artinya,
produk asam stereat dinilai sudah sangat berdaya saing dan memiliki pangsa
pasar yang sangat baik di pasar AS sehingga tidak perlu lagi mendapatkan
perlakuan khusus. Lebih lanjut, Agus menjelaskan, fasilitas GSP merupakan salah
satu isu prioritas dalam hubungan dagang dengan AS. “Pemanfaatan skema ini
membuka peluang yang sangat besar bagi peningkatan ekspor Indonesia ke AS,”
tegas Agus.

Sementara, Direktur Jenderal Perundingan
Perdagangan Intenasional Iman Pambagyo menambahkan, pemerintah berharap
fasilitas GSP ini bisa dimanfaatkan dengan maksimal. “Saat ini, pemanfaatan
tarif preferensi GSP oleh para pelaku usaha baru sekitar 836 produk dari total
3.572 produk. Pemerintah berharap semakin banyak pelaku usaha mengekspor
produk-produk yang masuk dalam skema GSP,” ujar Iman.

Produk
ekspor utama Indonesia yang diekspor ke AS menggunakan skema GSP adalah ban
mobil (USD 138 juta), kalung emas (USD 126,6 juta), asam lemak (USD 102,3
juta), tas tangan dari kulit (USD 4,8 juta), dan aksesori perhiasan (USD 69
juta).

Pada
2018, ekspor Indonesia yang menggunakan fasilitas GSP tercatat sebanyak USD
2,13 miliar dari total ekspor Indonesia ke AS sebesar USD 18,4 miliar. Pada
periode Januari–Desember 2018, Indonesia bisa menghemat sebanyak USD 101,8
juta melalui pemanfaatan GSP. Jumlah penghematan ini meningkat sebesar USD 23
juta atau 29 persen dibandingkan tahun 2017 yang tercatat sebesar USD 78,8
juta.

GSP
merupakan program unilateral Pemerintah AS berupa pembebasan tarif bea masuk ke
pasar AS. Saat ini, Pemerintah AS memberikan fasilitas GSP kepada 121 negara
dengan total 5.062 pos tarif 8-digit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.572 pos
tarif Indonesia mendapatkan fasilitas GSP. Program ini bertujuan membantu
produsen AS mendapatkan produk yang dibutuhkan untuk produksi mereka.

Pada
saat yang sama, pemberian program ini sekaligus mendorong ekspor negara-negara
berkembang ke pasar AS. Sejak April 2018, pemerintah AS mengkaji eligibilitas
negara penerima GSP.

Dalam
Federal Register Vol. 83 tanggal 27 April 2018, AS menginisiasi GSP Country
Practice Review terhadap Indonesia, India, dan Kazakhstan. Pemerintah Indonesia
secara konsisten terus melakukan berbagai upaya dan pendekatan ke Pemerintah AS
agar program ini tetap berlaku bagi Indonesia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Begini Tips Menata Ulang Keuangan di Momen Awal Tahun

Momen awal tahun, merupakan momen yang sangat penting untuk setiap individu. Awal yang baru, untuk resolusi-resolusi yang baru. Membuat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img