Moneter.co.id – PT Lippo Karawaci Tbk mencatatkan penjualan (marketing sales) sebesar Rp2,4 triliun sepanjang semester I/2017 sejak adanya peluncuran proyek Meikarta.
Presiden Direktur LPKR Ketut Budi Wijaya mengatakan, tahun ini kami antusias dan optimistis atas prospek bisnis properti kami dengan adanya peluncuran proyek baru, Meikarta, yang telah membukukan marketing sales sebesar Rp2,4 triliun pada semester I/2017.
“Dalam dua tahun terakhir ini merupakan tahun yang penuh tantangan bagi sektor properti yang menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang relatif datar serta penurunan profitabilitas, hal ini terutama disebabkan oleh melemahnya permintaan atas perumahan,” ujarnya, Sabtu (26/8)
Namun demikian, kini anak usaha perseroan di bidang pelayanan kesehatan, Siloam Hospitals Yogyakarta, yang lama dinanti telah beroperasi dan saat ini kembali masuk dalam pipeline aset yang akan dijual kepada Real Estate Investment Trust (REITS). “Model bisnis capital recycling kami, akan kembali menunjang pendapatan keseluruhan perseroan untuk tahun buku 2017,” ucap Ketut.
Sekedar informasi, Meikarta merupakan proyek investasi terbesar milik Lippo sejak lebih dari enam dekade terakhir. Maikarta terletak di jantung koridor Jakarta-Botabek-Bandung yang berkembang pesat, di mana 60 persen perekonomian nasional Indonesia berada.
Selain itu, Meikarta juga dikelilingi beberapa kota baru, termasuk Lippo Cikarang, Jababeka, dan MM2100, kawasan industri yang memproduksi lebih dari satu juta mobil, 10 juta sepeda motor, jutaan unit kulkas, berbagai produk elektronik dan peralatan rumah tangga kelas atas, setiap tahunnya.
Meikarta akan memiliki prasarana dan sarana kelas dunia, seperti pusat perbelanjaan, pusat kesehatan, rumah sakit bertaraf internasional, pusat keuangan internasional, hotel bintang lima, perpustakaan nasional, pusat kesenian dan pertunjukan opera, sekolah nasional dan internasional, universitas nasional, pusat penelitian industri, dan pusat pameran internasional.
“Nilai strategis Meikarta akan meningkat dengan dibangunnya beberapa proyek infrastruktur penting di kawasan ini, antara lain kereta cepat Jakarta-Bekasi-Cikarang-Bandung, Pelabuhan Patimban, Bandara Internasional Kertajati, Light Rail Transport (LRT) Cawang-Bekasi Timur-Cikarang, Automated People Mover (Monorel) yang menghubungkan tujuh kota baru di sekitar Meikarta, serta jalan layang tol Jakarta-Cikampek,” pungkas Ketut. (Hap)




