MONETER
– Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank telah
menyalurkan pembiayaan Penugasan Khusus Ekspor Usaha Kecil Menengah (PKE UKM)
sebesar Rp666 miliar kepada 100 pelaku UKM yang tersebar di seluruh Indonesia
hingga November 2022.
“Penyaluran pembiayaan melalui Program PKE UKM
difokuskan untuk mendukung peningkatan daya usaha UKM berorientasi ekspor,
khususnya yang terdampak pandemi COVID-19,” kata Direktur Pelaksana LPEI Maqin
U Norhadi, Kamis (29/12/2022).
Dengan adanya fasilitas pembiayaan ini, katanya, LPEI
mengakomodir hambatan-hambatan yang dihadapi UKM, antara lain keberlangsungan
usaha, mempertahankan karyawannya.
Aspek developmental
impact juga menjadi pertimbangan LPEI dalam penyaluran pembiayaan, bahwa
setiap Rp1 miliar pembiayaan PKE yang disalurkan menciptakan tambahan nilai
konsumsi sebesar Rp2,2 miliar, nilai ekspor Rp2,03 miliar, nilai impor Rp1,66
miliar, dan pendapatan Produk Domestik Bruto (PDB) Rp4,09 miliar.
Selain itu LPEI juga meningkatkan kelas pelaku UMKM
melalui program yang menyasar perbaikan aspek non-finansial, seperti Coaching
Program for New Exporter (CPNE) yaitu program pelatihan rintisan eksportir baru
dan Desa Devisa sebagai program pengembangan masyarakat berbasis komoditas
untuk menghasilkan devisa. Kemudian program
marketing handholding untuk memasarkan UMKM lokal melalui lokapasar global.
“Kami berharap dengan adanya program PKE UKM ini
LPEI dapat terus mendukung eksportir UKM di Indonesia agar beroperasi secara
maksimal dan tetap memiliki daya saing di tengah kondisi guncangan global yang
senantiasa terjadi,” ujar Maqin.
Sebagai informasi ekspor Indonesia tumbuh sebesar
5,6 persen secara tahunan dan neraca perdagangan surplus sebesar 5,16 miliar
dolar AS pada November 2022.




