Minggu, Maret 1, 2026

Mantan Wamen ESDM: BBM Seharusnya Bisa Turun Jadi Rp7.100 per Liter

Must Read

Moneter.id – Mantan wakil menteri ESDM, Rudi
Rubiandini menyebutkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) seharusnya dapat
turun dari rata-rata Rp9.000 menjadi Rp7.100 per liter pada Mei 2020 dan
Rp5.650 per liter pada Juni 2020.

“Momen anjloknya harga minyak mentah dunia seharusnya berdampak pada penurunan
harga BBM di Indonesia,” ucapnya dilansir CNNIndonesia, Senin
(27/4/2020).

Katanya, mulai 1 Mei ini, seharusnya Pertamina, Total, Shell, dan badan usaha
lainnya seharusnya jual (BBM) sekitar Rp7.100 dan pada Juni nanti jadi Rp5.650
per liter. 

“Proyeksi penurunan harga BBM
ini berasal dari pertimbangan harga minyak mentah dunia yang jatuh dari kisaran
US$60 per barel menjadi US$20 per barel,” ujar Rudi.

Lalu, kata Rudi, juga berasal
dari pergerakan nilai tukar rupiah yang cenderung stabil sekitar Rp15.500 per
dolar AS pada beberapa hari terakhir. “Kedua indikator itu dimasukkan ke
formula perhitungan BBM yang terakhir kali diubah oleh Menteri ESDM Arifin
Tasrif,” paparnya. 

Aturan itu berupa Keputusan Menteri ESDM Nomor 62 Tahun 2020 tentang Formula Harga
Pasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Bensin dan Solar
yang Disalurkan Melalui SPBU dan/atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan. 

“Di aturan ini, waktu penentuan parameter bulan berjalan adalah dua bulan
sebelumnya,” jelasnya.

Dalam aturan itu, BBM dengan RON kurang dari 95 ditentukan berdasarkan
perkiraan rata-rata harga minyak produksi Singapura (Mid Oil Platt’s
Singapore/MOPS) ditambah margin Rp1.800 dan margin 10 persen. Sementara untuk
BB dengan RON 95 atau lebih, formulanya MOPS ditambah margin Rp2.000 ditambah
10 persen.

Dari formula tersebut, maka
harga BBM akan berada di kisaran Rp7.100 per liter pada Mei 2020 atas
perhitungan kondisi harga minyak mentah pada Maret 2020. 

Sedangkan, atas penurunan harga minyak mentah pada April 2020, hasilnya akan
membuat harga BBM turun ke Rp5.650 per liter pada Juni 2020. 

“Jadi (penyesuaian harga BBM di Indonesia) dua bulan delay (setelah
penurunan harga minyak mentah dunia),” ungkapnya. 

Menurut Rudi, dampak penurunan harga BBM di Indonesia merupakan yang terlama
dari penurunan harga minyak mentah dunia bila dibandingkan dengan negara-negara
di kawasan Asia Tenggara. Mereka rata-rata akan melakukan penyesuaian sekitar
sebulan setelah ada perubahan harga minyak mentah dunia. 

“Negara-negara lain
bahkan pakai delay dua pekan (dari perubahan harga minyak mentah dunia),
Malaysia lebih cepat, karena acuannya satu pekan. Jadi, perlu bersabar menunggu
harga jadi Rp7.000 dan Rp5.000-an,” katanya. 

Sebagai gambaran, harga BBM untuk RON 97 di Malaysia sekitar 1,55 ringgit
Malaysia atau setara Rp5.425 per liter (asumsi Rp3.500 per ringgit Malaysia).

Kemudian, BBM RON 95 sebesar
1,25 ringgit Malaysia atau Rp4.375 per liter dan diesel 1,4 ringgit Malaysia
atau Rp4.900 per liter. 

Sementara di dalam negeri, Pertamina menjual BBM RON 90 (Pertalite) Rp7.650 per
liter, BBM RON 92 (Pertamax) Rp9.000 per liter, dan BBM RON 98 (Pertamax Turbo)
Rp9.850 per liter. Lalu, BBM RON 88 (Premium) Rp6.450 per liter, Dexliter
Rp9.500 per liter, dan Pertamina Dex Rp10.200 per liter. 

Sedangkan rata-rata harga BBM di kawasan Asia Tenggara, yaitu Singapura US$1,39
per liter, Laos US$1,08, Filipina US$,079, Thailand US$0,78, dan Kamboja
US$0,67. Selanjutnya, Indonesia US$0,58, Vietnam US$0,51, Myanmar US$0,44,
Malaysia US$0,28 per liter.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Motorola Resmi Luncurkan razr 60 di Indonesia: Era Baru Ponsel Lipat Pintar Berbasis AI

Motorola kembali menggebrak pasar ponsel premium tanah air dengan mengumumkan kehadiran motorola razr 60 di Jakarta pada Rabu, 25...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img