Moneter.id – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyatakan sudah sejak dua
tahun yang lalu ingin keluar sebagai pemberi kredit untuk perusahaan produsen tekstil,
Duniatex. Apalagi saat ini, utang Duniatex tercatat sudah selesai lebih
dari 50%.
“Sudah dua tahun ingin keluar dari Duniatex, ini
lebih ke persoalan leverage perusahaan,”
kata Corporate Secretary Bank Mandiri
Rohan Hafas dilansir CNBCIndonesia, Sabtu (14/9).
Rohan mencatat, saat ini sisa utang Duniatex ke Bank
Mandiri hanya tinggal Rp 2,1 triliun. Angka ini sudah berkurang dibanding
jumlah utang sebelumnya yang mencapai Rp 5,1 triliun.
“Dengan jaminan berupa aset berwujud, bukan
tagihan, Bank Mandiri optimis penyelesaian utang Duniatex. Yang (utang)
sindikasi biarlah menjadi urusan sindikasi,” tegasnya.
“Duniatex masih terus menyelesaikan proses
restrukturisasi pinjamannya ke Mandiri. Coverage
ratio atas agunan perusahaan ini juga terbilang tinggi di level 160%,” ucap
Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Panji Irawan.
Rasio cakupan (coverage
ratio) adalah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan
perusahaan dalam membayar liabilitasnya. “Kita sudah turunkan outstanding pinjaman dari Rp 5,5 triliun
jadi Rp 2,2 triliun,” kata Panji.
“Coverage ratio
bagus tapi sedang upayakan restrukturisasi. Intinya, Rp 3,3 triliun sudah
dibayar. Sedang dalam proses restrukturisasi,” pungkasnya.




