Moneter.id – Tenaga Ahli Madya Kantor Staf Presiden Alois Wisnuhardana
menyatakan media sosial (medsos) akan menentukan nasib penggunanya di masa
depan. Oleh karena itu, anak-anak muda yang sangat intensif dalam menggunakan
media sosial sebaiknya bersikap bijak dan membangun konten-konten positif dan
optimis.
“Media sosial telah mempengaruhi jutaan umat manusia hari
ini. Bahkan, media sosial juga dapat mengubah situasi politik di negara-negara
tertentu. Pemilihan presiden di AS misalnya, banyak dipengaruhi oleh penggunaan
media sosial untuk menyebarkan berita-berita palsu dan berita bohong yang kemudian
dikonsumsi oleh orang awam,” kata Alois di hadapan kurang lebih 360 mahasiswa
baru Universitas Ma Chung, Malang, Jumat (24/8).
Alois juga memberikan ilustrasi bagaimana negara seperti
Suriah atau Irak hancur berantakan akibat maraknya penyebaran berita bohong dan
berita palsu di kalangan masyarakat, yang membuat rakyat Suriah terbelah dalam
polarisasi yang tajam.
Oleh karena itu, ia mengajak anak-anak muda lebih waspada
dalam mengonsumsi setiap informasi yang didapatnya dari media sosial. “Sekarang
ini, begitu mudah orang memproduksi berita palsu atau berita bohong untuk
tujuan-tujuan tertentu. Jika kita tidak hati-hati dan cermat, maka kita bisa
terseret dan terombang-ambing dalam kubangan informasi yang membingungkan,”
lanjutnya.
Ia memberi ilustrasi, bagaimana media sosial juga sudah
mulai digunakan dalam proses perekrutan karyawan-karyawan di banyak perusahaan.
“Ketika saya masih bekerja sebagai profesional di perusahaan media, saya sudah
menggunakan media sosial untuk menelisik calon-calon karyawan yang kami
butuhkan untuk memenuhi tenaga kerja yang sesuai,” kisahnya.
Bahkan, mengutip pemberitaan media ternama di AS New York
Times, Alois menjelaskan bahwa pemerintahan Donald Trump sudah mulai menerapkan
proses masuknya warga asing ke AS dengan menggunakan media sosial. Tidak hanya
paspor dan visa. “Mereka sudah mulai memonitor akun-akun warga asing yang akan
masuk ke negeri Paman Sam itu.
Ditanya tentang bagaimana upaya pemerintah mengendalikan
maraknya berita palsu dan berita bohong, Alois menjelaskan, banyak hal yang
telah dilakukan oleh pemerintah, mulai dari menutup sumber-sumber berita
bohong, melakukan penegakan hukum, berkolaborasi dengan masyarakat luas,
mengedukasi kelompok-kelompok, sampai dengan memperbaiki regulasi yang mengatur
penggunaan media sosial.
Ia juga mengajak supaya anak-anak muda aktif untuk
menjelaskan, meluruskan, mengoreksi apabila terdapat berita-berita bohong dan
palsu yang menyebar di lingkungan atau komunitasnya.
“Yang patut Anda lakukan sebagai anak-anak muda, salah
satunya adalah mengedukasi orang tua dan lingkungan keluarga terdekat,”
pungkasnya.
(TOP)




