Moneter.id – Pandemi
COVID-19 yang tengah melanda dunia menyebabkan miliaran orang tidak dapat
bertatap muka secara langsung dengan teman, keluarga, guru, dokter maupun rekan
bisnis. Sehingga aplikasi pesan singkat, WhatsApp semakin diandalkan untuk
saling berkomunikasi.
Itulah sebabnya semua pesan
dan panggilan Anda di WhatsApp secara default sudah dienkripsi secara end-to-end (end-to-end encrypted) guna memberikan ruang yang aman untuk
percakapan pribadi Anda.
“Tahun lalu, kami memperkenalkan
tanda khusus untuk pesan-pesan yang telah diteruskan (forwarded) berkali-kali kepada pengguna.
Pesan ini ditandai dengan ikon ‘panah ganda’ (double arrows) untuk menunjukkan bahwa pesan tersebut tidak berasal
dari kontak terdekat Anda,” tulis keterangan resminya di Jakarta, Selasa (7/4/2020).
Tulisnya, pesan-pesan ini
bersifat kurang personal dibandingkan dengan pesan lainnya yang dikirim melalui
WhatsApp. Oleh karena itu, WhatsApp memperkenalkan
fitur yang membatasi pesan-pesan ini, sehingga hanya dapat diteruskan ke satu
chat dalam satu waktu.
“Sebagai layanan perpesanan
pribadi, selama bertahun-tahun WhatsApp telah melakukan beberapa upaya untuk
membantu menjaga percakapan yang bersifat pribadi bagi pengguna,” tulisnya
lagi.
Misal, WhatsApp sebelumnya
menetapkan batasan pada pesan yang diteruskan untuk menangani konten viral, yang menyebabkan
penurunan pesan yang diteruskan sebanyak 25% secara global pada saat itu.
Apakah meneruskan pesan selalu
bermakna buruk? Tentu tidak. Kami mengetahui bahwa banyak pengguna meneruskan
informasi yang bermanfaat, video lucu, meme, serta kata-kata mutiara
atau doa yang bermakna.
Namun, kami melihat peningkatan
yang signifikan dalam jumlah penerusan pesan yang juga disampaikan oleh para
pengguna bahwa limpahan pesan terusan yang mereka dapatkan terlalu banyak dan
berpotensi mengandung misinformasi.
“Kami percaya sangat penting
untuk menghambat penyebaran pesan-pesan ini agar WhatsApp tetap menjadi tempat
yang tepat untuk menjalin percakapan personal,” tulisnya.
Selain pembaruan ini, kami juga
bekerja secara langsung dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pemerintah,
termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan lebih dari 20 kementerian
kesehatan di seluruh dunia, untuk membantu menghubungkan orang-orang dengan
informasi yang akurat.
Kolaborasi tersebut telah
mengirim ratusan juta pesan secara langsung kepada orang-orang yang ingin
memperoleh informasi resmi. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang
inisiatif ini, serta mengetahui cara melaporkan mitos, hoaks, maupun berita
palsu kepada organisasi pemeriksa fakta,
di dalam Pusat Informasi Coronavirus kami.
Di Indonesia, beberapa minggu
lalu kami telah meluncurkan chatbot terkait COVID-19 bekerja sama dengan
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menjawab pertanyaan
masyarakat Indonesia seputar COVID-19.
Caranya, pengguna dapat
mengirimkan chat ke nomor resmi WhatsApp chatbot COVID-19 (0811-3339-9000) dan
menerima jawaban berupa pilihan informasi yang dapat mereka ketahui lebih
lanjut.
Layanan chatbot ini dirancang
sebagai salah satu kanal resmi pemerintah Indonesia untuk menyediakan sumber
informasi resmi dan tips bermanfaat kepada masyarakat Indonesia agar senantiasa
aman dan terlindungi dari penyebaran COVID-19.
“Tim kami terus bekerja keras
untuk memastikan WhatsApp tetap memberikan layanan terbaik selama masa pandemi
global ini. Kami akan terus mendengarkan umpan balik dari Anda dan senantiasa
berupaya agar semua dapat saling terhubung dengan lebih baik lagi di WhatsApp,”
tulis keterangan tersebut.




